Krisis Air Bersih 2 Desa Di Kecamatan Nanggung , ANTAM Pongkor Respons Usulan Pembangunan Sumur Bor

Masyarakat Di Kecamatan Nanggung yang Sedang Antri Air Bersih Akibat Kemarau
Sumber :
  • Dok. Supri

Kabupaten Bogor, VIVA BogorKemarau panjang yang melanda wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menyebabkan krisis air bersih di Desa Hambaro. Sedikitnya sekitar 300 kepala keluarga (KK) di tiga Rukun Tetangga (RT) mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kurang lebih dua bulan terakhir.

img_title Kemarau Panjang, Bendungan Ciawi Salurkan Air Bersih ke 3 Kecamatan Bogor

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa mengandalkan bantuan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki. Namun, bantuan tersebut dinilai belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.

Ketua RT 01 RW 02 Kampung Cidudut, Desa Hambaro, Dulloh, mengatakan pihaknya telah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan air bersih. Hingga saat ini, warga telah menerima dua kali pengiriman mobil tangki.

img_title Kemarau Panjang, Warga Tanjungsari Mulai Krisis Air, Bantuan Bersih Terus Disalurkan

"Masalahnya sekarang karena kemarau, kami kekurangan air bersih. Kami sudah minta bantuan dan tadi sudah dikirim satu mobil tangki, tetapi baru mencukupi sebagian kebutuhan warga. Alhamdulillah kemudian datang lagi dua mobil tangki," ujar Dulloh.

Menurutnya, krisis air bersih tidak hanya dirasakan oleh satu wilayah, tetapi telah meluas ke tiga RT di Kampung Cidudut.

img_title Kekeringan Kabupaten Bogor Kian Parah, Sungai Ciliwung Surut, BPBD Salurkan 1,2 Juta Liter Air Bersih

"Kurang lebih ada tiga RT yang mengalami kekurangan air. Satu RT sekitar 100 kepala keluarga, jadi kalau tiga RT diperkirakan ada sekitar 300 kepala keluarga yang terdampak. Kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua bulan," katanya.

Dulloh menjelaskan, jumlah sekitar 300 kepala keluarga tersebut merupakan perkiraan berdasarkan kondisi di lapangan dan belum menjadi data resmi Pemerintah Desa Hambaro.

Ia berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat menghadirkan solusi jangka panjang agar persoalan kekurangan air bersih tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Menurutnya, sumber mata air di wilayah hulu seharusnya dapat lebih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kalau bisa untuk Desa Hambaro ini sumber airnya benar-benar diperhatikan. Di wilayah hulu sebenarnya debit air masih cukup besar, tetapi karena dimanfaatkan juga untuk kebutuhan perumahan Antam, kami berharap kebutuhan masyarakat bisa diprioritaskan terlebih dahulu," ungkapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Manajer Corporate Social Responsibility (CSR) Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) ANTAM Pongkor, Arif, mengatakan pihaknya turut memberikan perhatian terhadap krisis air bersih yang dialami masyarakat Desa Hambaro.

Halaman Selanjutnya
img_title