APDESI Kabupaten Bogor Dukung Program Desa Bersinar, Siap Wujudkan Desa Bebas Narkoba
- Dok; Rizal
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) APDESI Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya mendukung Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai upaya menciptakan lingkungan desa yang aman, sehat, dan terbebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.
APDESI Kabupaten Bogor mendukung Program Desa Bersinar bersama BNN RI untuk mewujudkan desa bebas narkoba.
- Dok; Rizal
Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPC APDESI Kabupaten Bogor, Abdul Azis Anwar, usai pertemuan dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, yang membahas penguatan sinergi dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa, Sabtu, 18 Juli 2026.
Menurut Azis, keberhasilan Program Desa Bersinar tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah desa, BNN, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen masyarakat.
"Intinya mampu menciptakan desa yang aman, sehat, serta bebas dari narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya," ujar Abdul Azis.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Bogor diproyeksikan menjadi daerah percontohan (pilot project) Program Desa Bersinar sebelum dikembangkan ke berbagai daerah lain di Indonesia.
Karena itu, seluruh kepala desa di Kabupaten Bogor diharapkan berperan aktif dalam menyukseskan program tersebut melalui berbagai langkah pencegahan, edukasi, dan pengawasan di lingkungan masing-masing.
"Seluruh kepala desa di Kabupaten Bogor diharapkan mendukung program ini melalui kolaborasi lintas sektor," katanya
. Sementara itu, Ketua DPK APDESI Kecamatan Cigombong, Asep Irwan Kuswara, menilai Program Desa Bersinar harus diikuti dengan langkah-langkah nyata di tingkat desa agar upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba berjalan lebih efektif.
Menurutnya, perhatian tidak hanya tertuju pada peredaran narkotika, tetapi juga penyalahgunaan obat keras tertentu seperti tramadol, eksimer, dan obat-obatan terlarang lainnya yang belakangan semakin marak.
"Gerakan antisipasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba harus kembali diperkuat," ujarnya.
Asep menjelaskan, penyalahgunaan obat-obatan tersebut kerap menjadi pemicu berbagai tindak kriminal, termasuk aksi tawuran, karena dapat menyebabkan pelakunya kehilangan kendali.
"Kasus tawuran hingga tindak kriminal sering kali dipicu penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang membuat pelakunya kehilangan kendali dan bertindak brutal," jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya bersama Muspika dan pemerintah desa telah melakukan berbagai langkah penindakan terhadap dugaan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Kecamatan Cigombong.