Krisis Air Bersih di Bubulak Berlanjut, BPBD Kota Bogor Kembali Kirim 8.000 Liter Air

Warga mengantri air bersih di Bubulak, Kota Bogor
Sumber :
  • Dok: Naya

Kota Bogor, VIVA Bogor – Krisis air bersih akibat musim kemarau masih dirasakan warga RT 01/RW 12, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Untuk kedua kalinya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor menyalurkan bantuan air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.

img_title DPRD Kota Bogor Dukung Bogor Bersholawat, Libatkan 200 Majelis Taklim

Pada penyaluran terbaru, BPBD mendistribusikan sebanyak 8.000 liter air bersih. Hingga proses distribusi berlangsung, sekitar separuh kapasitas atau sekitar 4.000 liter telah disalurkan kepada warga.

Warga mengantri air bersih di Bubulak, Kota Bogor

Photo :
  • Dok: Naya

img_title Sengketa Lahan 6,1 Hektare di Bogor Memanas, Ahli Waris Minta Perlindungan Hukum

Petugas BPBD Kota Bogor menjelaskan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas laporan kedua yang diterima dari masyarakat terkait kesulitan memperoleh air bersih.

"Hari ini kali kedua kami menerima laporan permohonan bantuan suplai air bersih dari warga RT 01 RW 12 Kelurahan Bubulak. Kami coba lakukan intervensi suplai air bersih. Kami bawa 8.000 liter, sementara saat ini sudah berkurang setengah atau sekitar 4.000 liter yang telah disalurkan kepada warga," ujarnya.

img_title Viral Tantangan Baca Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sounds Project, Zenal Minta Ada Evaluasi

Menurut BPBD, mayoritas warga di wilayah tersebut masih mengandalkan sumur sebagai sumber air utama untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, memasuki musim kemarau, debit air sumur mengalami penurunan sehingga tidak semua warga dapat memperoleh pasokan air dengan mudah.

Di beberapa titik memang masih terdapat sumur yang mampu menghasilkan air. Namun jumlahnya terbatas dan berada pada kedalaman yang cukup dalam.

"Kalau dilihat kondisinya di sini, mayoritas menggunakan sumber air sumur. Di beberapa rumah yang berjarak sekitar 30 sampai 50 meter masih ada sumur yang memproduksi air, tetapi sumur tersebut cukup dalam karena harus digali lebih dalam," jelasnya.

Meski demikian, BPBD mencatat sekitar 50 kepala keluarga (KK) masih terdampak secara langsung akibat menurunnya debit air sumur.

Bahkan berdasarkan informasi dari aparat wilayah, dampak kekeringan mulai dirasakan tidak hanya di RT 01/RW 12, tetapi juga merambah ke RT 02/RW 12.

"Yang terdampak berdasarkan hitungan cepat sekitar 50 KK. Memang masih ada beberapa sumur yang menghasilkan air, tetapi debitnya sudah sangat menipis," katanya.

Melihat kondisi tersebut, BPBD Kota Bogor akan menyusun pola penanganan jangka pendek maupun jangka menengah bersama berbagai pihak agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.

Halaman Selanjutnya
img_title