BMKG: Puncak Bogor Resmi Masuk Musim Kemarau, Debit Sungai Ciliwung Mulai Menurun

BMKG menyatakan Puncak Bogor resmi memasuki musim kemarau.
Sumber :
  • Dok: BMKG

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, kini resmi memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut ditandai dengan minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir yang mulai berdampak pada menurunnya debit aliran Sungai Ciliwung.

img_title Drainase Jalur Puncak Rusak Belasan Tahun, Warga Khawatir Air Meluap ke Permukiman

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Citeko, Kecamatan Cisarua, menyebut awal Juli 2026 menjadi penanda dimulainya musim kemarau di wilayah Puncak. Perubahan musim ini menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan daerah tangkapan air (catchment area) bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang memasok air hingga ke wilayah hilir.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Fatuhri, mengatakan berdasarkan hasil pengamatan, wilayah Puncak sudah tidak mengalami hujan selama kurang lebih dua pekan terakhir.

img_title Ribuan Warga Puncak Ramaikan Ketupat Fest 2026, Tradisi Rebo Wekasan Tetap Dijaga

"Sejak pertengahan Juni lalu curah hujan juga sudah sangat rendah, yakni berada di bawah 50 milimeter per 10 hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa pada awal Juli wilayah Puncak telah memasuki musim kemarau," ujar Fatuhri, Rabu 15 Juli 2026.

Menurutnya, berkurangnya intensitas hujan di kawasan hulu secara langsung memengaruhi pasokan air yang mengalir ke Sungai Ciliwung. Sebagai salah satu kawasan resapan air utama di Jawa Barat, perubahan kondisi cuaca di Puncak memiliki dampak yang cukup besar terhadap debit sungai.

img_title Puncak Tetap Jadi Pilihan Liburan Saat Kemarau, Kebun Teh Gunung Mas Jadi Daya Tarik

Fatuhri menjelaskan, salah satu indikator yang dapat dilihat masyarakat adalah Tinggi Muka Air (TMA) di Bendung Katulampa, Kota Bogor. Bendung tersebut selama ini menjadi acuan dalam memantau kondisi aliran Sungai Ciliwung dari wilayah hulu.

"Bisa dilihat dari Tinggi Muka Air (TMA) di Bendung Katulampa yang semakin berkurang akibat minimnya curah hujan di wilayah hulu," jelasnya.

Tak hanya itu, BMKG juga mengungkapkan bahwa potensi kekeringan mulai meluas di sejumlah wilayah Jawa Barat. Berdasarkan Peta Potensi Wilayah Kekeringan Meteorologis yang diterbitkan Stasiun Klimatologi Jawa Barat di Dramaga, sebagian wilayah provinsi ini telah masuk kategori waspada hingga siaga terhadap potensi kekeringan.

Sementara itu, berdasarkan perkembangan musim kemarau di Provinsi Jawa Barat hingga Dasarian I Juli 2026, seluruh 40 Zona Musim (ZOM) di Jawa Barat telah memasuki musim kemarau.

Halaman Selanjutnya
img_title