Diduga Dikeroyok di Gunung Gadung, Warga Bogor Selatan Lapor Polisi
- Ilustrasi
Kota Bogor, VIVA Bogor– Harapan untuk pulang dengan tenang berubah menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Usman Saputra. Pria yang merupakan warga Kampung Dekeng, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan itu mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan yang terjadi di Gang Elip, kawasan Gunung Gadung, pada Rabu, 8 Juni 2026 sekitar pukul 04.15 WIB.
Akibat kejadian tersebut, Usman mengalami pemukulan dan kehilangan telepon genggam. Ia pun telah menjalani visum serta melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Bogor Selatan dengan harapan para terduga pelaku segera diproses sesuai hukum yang berlaku.
Usman menceritakan, sebelum kejadian dirinya baru saja mengantarkan sebuah telepon genggam. Dalam perjalanan pulang, ia bertemu seorang teman di pinggir jalan. Temannya kemudian mengajaknya berkumpul bersama hingga akhirnya mereka berada di lokasi berempat, terdiri atas dua laki-laki dan dua perempuan.
Menurut pengakuannya, suasana yang semula biasa berubah ketika dua perempuan yang berada di lokasi terlibat cekcok. Keributan tersebut kemudian mengundang perhatian sejumlah warga yang datang untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.
"Datang sejumlah orang dan bertanya ada apa. Saya jawab sepertinya kedua perempuan itu sedang berselisih paham," ujar Usman kepada wartawan, Selasa, 14 Juni 2026.
Usman juga mengakui bahwa saat itu di lokasi terdapat minuman keras. Tidak lama kemudian, salah seorang perempuan kembali terlibat adu mulut dengan seorang pria yang disebut berinisial Degon.
Ia mengaku tidak mengetahui penyebab pasti pertengkaran tersebut. Namun, menurut keterangannya, situasi semakin memanas setelah pria itu menampar perempuan yang sedang berselisih dengannya.
Melihat kejadian itu, Usman mengaku berinisiatif membawa perempuan tersebut pulang ke rumah pamannya agar situasi tidak semakin memburuk. Namun, pria yang sebelumnya terlibat cekcok disebut terus mengikuti mereka menggunakan sepeda motor.
Sesampainya di depan rumah paman perempuan tersebut, keributan kembali terjadi. Menurut Usman, pria yang mengikuti mereka kembali memancing pertengkaran. Saat dirinya berusaha berbicara untuk meredakan situasi, ia justru mengaku menjadi sasaran pemukulan.
"Saya dipukul, diseret-seret sampai baju saya lepas. Handphone saya juga hilang yang ada di dalam tas, meski tasnya akhirnya ditemukan," tuturnya.