Pohon Raksasa Menjorok ke Jalan Bocimi Bogor, Warga Khawatir Tumbang Timpa Pengendara

Warga Cigombong meminta pohon raksasa yang menjorok ke Jalan Bocimi Bogor segera ditangani
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Sebuah pohon berukuran besar yang berada di jalur Cigombong-Lido, ruas Jalan Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Kabupaten Bogor, dikeluhkan warga karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Batang pohon tersebut tampak menjorok ke badan jalan dan diduga sudah rapuh sehingga dikhawatirkan dapat tumbang sewaktu-waktu.

img_title Jalan Sehat Meriah, 2.000 Warga Rumpin Semarakkan HUT ke-81 RI

Kekhawatiran itu disampaikan Asep, warga Cigombong, yang mengaku kondisi pohon tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan dari instansi terkait.

 

"Batang pohon itu terlihat menjorok ke badan jalan dan diduga sudah rapuh sehingga rawan tumbang," ujar Asep, Senin, 13 Juli 2026.

 

Menurut Asep, hingga kini belum terlihat adanya peninjauan ataupun tindakan dari pihak yang memiliki kewenangan. Ia menyebut lokasi pohon berada di jalur yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi sehingga berharap ada perhatian lebih cepat terhadap kondisi tersebut.

 

"Pohon itu masuk kewenangan jalur provinsi dan sudah lama tidak ada peninjauan dari pihak yang berwenang," ungkapnya.

 

Keberadaan pohon berukuran besar itu membuat warga dan para pengendara yang melintas merasa waswas, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang. Dalam kondisi cuaca ekstrem, pohon yang sudah berusia tua itu dikhawatirkan tidak mampu lagi menahan beban sehingga berpotensi roboh ke badan jalan.

 

Asep mengatakan, jalur Bocimi merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan Bogor dengan Sukabumi dan setiap hari dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi hingga angkutan umum. Apabila pohon tersebut tumbang, dampaknya tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

 

Ia berharap pemerintah tidak menunggu hingga terjadi kecelakaan sebelum melakukan tindakan.

 

"Kami khawatir terjadi seperti kejadian belum lama ini yang menimpa sebuah mobil di kawasan Telukpinang, Bitungsari. Jangan sampai ada korban jiwa baru dilakukan penanganan," katanya.

 

Kekhawatiran serupa juga disampaikan Dedi, pengemudi angkutan umum rute Bogor–Pelabuhanratu. Menurutnya, posisi batang pohon yang masuk ke badan jalan membuat pengendara merasa tidak tenang, terutama saat melintas pada musim hujan atau ketika angin bertiup kencang.

 

"Pastinya kami khawatir karena batang pohon besar itu sudah masuk ke badan jalan. Saat hujan ataupun angin kencang, kami takut pohonnya tumbang," ujarnya.

 

Dedi berharap pemerintah maupun instansi yang memiliki kewenangan segera melakukan pengecekan terhadap kondisi pohon tersebut. Menurutnya, pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan apakah pohon masih dalam kondisi aman atau justru sudah berisiko membahayakan pengguna jalan.

 

Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi pohon sudah tidak layak dipertahankan, ia berharap segera dilakukan pemangkasan atau penebangan agar potensi bahaya dapat diminimalkan.

 

"Kalau memang dinilai membahayakan, sebaiknya dilakukan pemangkasan atau penebangan agar tidak mengancam keselamatan pengguna jalan di jalur yang menjadi akses utama penghubung Bogor dan Sukabumi ini," tandasnya.

 
 
Halaman Selanjutnya
img_title