Warga Sirnasari Gelar Aksi Damai, Desak Transparansi Dana Desa dan Pengawasan BPD

Warga Desa Sirnasari, Tanjungsari, menggelar aksi damai menuntut transparansi pengelolaan Dana Desa, BUMDes
Sumber :
  • Dok: Dedi Ruswandi

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Sejumlah warga Desa Sirnasari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, menggelar aksi damai di halaman Kantor Desa Sirnasari, Senin, 13 Juli 2026. Aksi tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait penyelenggaraan pemerintahan desa yang mereka harapkan dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan terbuka kepada publik.

img_title Bukan Sekadar Kemah, Jambore Tanjungsari 2026 Hadirkan Seni Nusantara hingga Rencana Buper Permanen

Warga Desa Sirnasari, Tanjungsari, menggelar aksi damai menuntut transparansi pengelolaan Dana Desa, BUMDes

Photo :
  • Dok: Dedi Ruswandi

Sejak pagi, warga berkumpul di depan kantor desa sambil membawa berbagai poster yang berisi tuntutan kepada pemerintah desa. Melalui aksi tersebut, mereka menyampaikan sejumlah harapan, mulai dari keterbukaan dalam pengelolaan keuangan desa hingga penguatan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa.

img_title Kemarau Panjang, Warga Tanjungsari Mulai Krisis Air, Bantuan Bersih Terus Disalurkan

Salah satu tuntutan utama yang disampaikan warga adalah transparansi dalam penggunaan Dana Desa. Mereka meminta pemerintah desa memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran pada berbagai program yang bersumber dari Dana Desa. Menurut mereka, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik sekaligus untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Selain persoalan Dana Desa, massa aksi juga menyoroti pengelolaan program ketahanan pangan dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Warga meminta agar dilakukan pemeriksaan secara objektif dan transparan terhadap dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran desa pada periode 2024 hingga 2025.

img_title Semarak HUT ke-81 RI, Adu Panco dan Lomba PBB Meriahkan Desa Karyamekar

Dalam aksi tersebut, warga juga meminta Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sirnasari menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal sesuai dengan kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Mereka menilai pengawasan yang efektif diperlukan agar setiap program pemerintahan desa dapat berjalan sesuai aturan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, sejumlah poster yang dibawa peserta aksi juga memuat tuntutan agar Kepala Desa Sirnasari mengundurkan diri dari jabatannya. Aspirasi tersebut menjadi salah satu bagian dari tuntutan yang disampaikan warga dalam aksi damai tersebut.

Meski demikian, perlu ditegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat hasil pemeriksaan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi berwenang yang menyatakan adanya pelanggaran atau penyimpangan sebagaimana yang disampaikan dalam tuntutan warga. Berbagai dugaan yang disampaikan dalam aksi tersebut masih merupakan klaim dari peserta aksi dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum.

Halaman Selanjutnya
img_title