Dedie-Jenal Soroti Pentingnya K3 di Proyek Trase Batutulis, Kontraktor Klaim Bersihkan Ceceran Tanah Setiap Sore
- Istimewa
Bogor, VIVABOGOR – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan akan memberikan teguran kepada kontraktor proyek yang tidak menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Penegasan itu disampaikan menyusul masih ditemukannya ceceran tanah di sekitar proyek pembangunan trase baru Batutulis yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Meski pihak kontraktor mengaku telah melakukan pembersihan dan penyemprotan secara rutin, kondisi di lapangan masih memperlihatkan sisa tanah yang tersebar di badan jalan.
Wali Kota Bogor, meninjau langsung lokasi R2 sisi Utara
- Istimewa
Jalan yang disiram air pun terlihat hanya menjadi basah sehingga dikhawatirkan meningkatkan risiko bagi pengendara, khususnya kendaraan roda dua.
“Nanti saya tegur kontraktor yang tidak menerapkan K3. Saya saja ke proyek mencontohkan menggunakan helm dan rompi ya. Masa mereka tidak menerapkan K3,” tegas Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Minggu (12/7/2026).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin turut menyoroti sisa tanah yang sempat menjadi perhatian masyarakat karena masih berserakan di badan jalan.
Ia meminta para pekerja memastikan material hasil pengangkutan dari proyek menuju lokasi pembuangan tidak tertinggal di ruas jalan.
Jenal menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), area proyek dibersihkan setiap sore.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin
- Istimewa
Menurut keterangan kontraktor, pembersihan tidak dilakukan berulang kali pada siang hari karena dikhawatirkan memicu kemacetan dan genangan air yang dapat mengganggu arus lalu lintas.
“Oleh karena itu, pembersihan dilakukan setiap sore oleh para petugas yang ditunjuk pihak kontraktor. Setiap sore area disemprot menggunakan alat steam kendaraan. Sudah kami pastikan bahwa proses tersebut terus dilakukan sesuai dengan SOP,” terangnya.
Di sisi lain, perwakilan PT Promix Prima Karya, Dudung Agus, menyatakan setiap kendaraan yang keluar dari area proyek terlebih dahulu dibersihkan.
Selain itu, penyemprotan jalan dilakukan secara rutin sebanyak tiga kali sehari.
“Kami semepot pagi, siang, sama menjelang magrib pak,” ungkap Dudung.
Ia menambahkan, pembersihan juga dilakukan menggunakan sapu yang kemudian dilanjutkan dengan penyemprotan menggunakan mobil tangki.
“Dengat alat sapu di ikutu alat siram steam mobil. Nanti alat semprot nya saya foto kan,” pungkasnya