Libur Sekolah Dongkrak Penjualan Seragam di Cisarua, Toko Pramuka Bertahan di Tengah Gempuran Belanja Online

Penjualan seragam sekolah di Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor, meningkat jelang tahun ajaran baru 2026.
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Memasuki tahun ajaran baru 2026, aktivitas di Pasar Cisarua, Kabupaten Bogor, mulai menggeliat. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah para pedagang seragam sekolah. Musim libur sekolah yang bertepatan dengan persiapan masuk sekolah baru membawa peningkatan jumlah pembeli, meski tren belanja daring masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha.

img_title Unik! Warga Rumpin Bangun Menara Eiffel Setinggi 20 Meter untuk HUT RI

Di antara toko yang tetap ramai dikunjungi adalah Toko Pramuka yang telah melayani kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah masyarakat Cisarua selama lebih dari tiga dekade. Toko ini menjadi salah satu tujuan orang tua untuk mempersiapkan kebutuhan anak sebelum kembali ke bangku sekolah.

Pemilik Toko Pramuka Pasar Cisarua Unit Tohaga, Nurhayati (53), mengatakan setiap memasuki musim penerimaan siswa baru dan tahun ajaran baru selalu terjadi peningkatan penjualan. Namun, menurutnya, lonjakan pembeli saat ini tidak sebesar beberapa tahun lalu karena masyarakat kini semakin terbiasa berbelanja melalui platform online.

img_title Ditemukan Selamat, ABK yang Sempat Hilang di Parung Akhirnya Kembali ke Keluarga

"Alhamdulillah tetap ada kenaikan pembeli. Tapi memang sekarang bersaing dengan toko online, jadi kadang naik kadang turun. Pengunjung masih ada, hanya saja tidak seperti dulu," ujarnya, Minggu, 12 Juli 2026.

Meski tren belanja digital terus berkembang, Nurhayati mengaku hingga kini masih mempertahankan sistem penjualan secara langsung di toko. Ia menilai pembelian seragam sekolah memerlukan ketelitian, terutama dalam menentukan ukuran pakaian dan memastikan kualitas bahan agar sesuai dengan kebutuhan pembeli.

img_title Drainase Jalur Puncak Rusak Belasan Tahun, Warga Khawatir Air Meluap ke Permukiman

Menurutnya, transaksi secara langsung memberikan kenyamanan bagi pelanggan karena mereka dapat mencoba ukuran serta melihat kualitas produk sebelum memutuskan membeli.

"Kalau online khawatir ukuran tidak pas atau kualitas tidak sesuai harapan. Saya juga belum punya orang yang benar-benar dipercaya untuk mengelola penjualan online, jadi masih mengandalkan penjualan langsung," ungkapnya.

Di tengah persaingan dengan toko daring, Nurhayati bersyukur masih mendapatkan dukungan dari sejumlah sekolah di wilayah Cisarua. Ia menyebut banyak sekolah yang mengarahkan orang tua siswa untuk membeli kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah di toko-toko sekitar wilayah masing-masing.

"Kami bersyukur dari pihak sekolah masih banyak yang mengarahkan belanja ke toko terdekat di Cisarua. Itu sangat membantu usaha kami," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title