Proyek Trase Batu Tulis Capai 22 Persen, Pemkot Bogor Optimistis Rampung Oktober 2026
- Dok: Naya
Kota Bogor, VIVA Bogor – Pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, terus menunjukkan perkembangan yang positif. Hingga awal Juli 2026, progres fisik proyek yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut telah mencapai 22 persen dan ditargetkan selesai lebih cepat, yakni pada akhir Oktober 2026.
Pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita di Batu Tulis, Kota Bogor, telah mencapai progres 22 persen.
- Dok: Naya
Perkembangan itu disampaikan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, usai meninjau langsung lokasi pembangunan. Menurutnya, capaian proyek masih berada pada jalur yang sesuai dengan perencanaan meskipun sebelumnya sempat mengalami kendala akibat faktor cuaca.
"Informasinya progres sudah 22 persen. Saya tanyakan apakah ini negatif atau positif, ternyata positif. Faktor cuaca memang sangat memengaruhi pekerjaan mereka," kata Jenal, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca yang mulai membaik dimanfaatkan kontraktor untuk mempercepat pekerjaan di lapangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menambah jumlah alat berat dan armada pengangkut material agar proses pembangunan berjalan lebih optimal.
Menurut Jenal, saat ini alat berat yang digunakan dalam proyek telah ditambah menjadi tiga unit. Selain itu, jumlah truk pengangkut tanah juga ditingkatkan sehingga distribusi material dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
"Alat berat sekarang sudah ditambah menjadi tiga unit. Truk pengangkut tanah juga bertambah sehingga percepatan pekerjaan bisa dilakukan," ujarnya.
Meski jadwal penyelesaian dalam kontrak ditetapkan pada November 2026, Pemerintah Kota Bogor berharap pekerjaan dapat diselesaikan lebih awal sehingga trase baru sudah dapat dimanfaatkan masyarakat pada akhir Oktober mendatang.
"Target di kontrak memang November, tapi mudah-mudahan akhir Oktober sudah selesai. Kita berharap semuanya berjalan lancar," katanya.
Selain meninjau perkembangan pembangunan trase, Jenal juga memberikan perhatian terhadap sistem drainase yang akan mengalirkan debit air dari jalur baru tersebut. Ia menilai saluran drainase yang ada saat ini memiliki dimensi yang sudah tidak memadai untuk menampung volume air setelah proyek selesai.
Hasil koordinasi antara Pemerintah Kota Bogor dan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat menghasilkan solusi berupa pembagian aliran air ke dua jalur agar tidak terjadi penumpukan debit yang berpotensi menimbulkan persoalan baru.