Polemik P3A-TGAI Cigudeg Berakhir, Ketua P3A Tani Samawa Sampaikan Hak Jawab dan Permohonan Maaf
- Istimewa
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Ketua P3A Tani Samawa Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Fajar, memberikan klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya terkait dugaan belum optimalnya penerapan Alat Pelindung Diri (APD) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI).
Dalam keterangannya, Fajar menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah berupaya menyediakan APD secara swadaya. Namun, keterbatasan anggaran karena dana pelaksanaan program belum dicairkan membuat pengadaan APD belum dapat memenuhi kebutuhan seluruh pekerja di lapangan.
"Pada saat itu kami sudah berusaha secara swadaya membeli sebagian APD, namun belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan pekerja karena dana pelaksanaan Program P3A-TGAI belum turun. Hal ini menjadi perhatian dan evaluasi bagi kami," ujar Fajar.
Kegiatan Pengerjaan Irigasi Oleh P3A Tani Samawa
- Doc. Supri
Ia menegaskan, ke depan pihaknya berkomitmen untuk lebih mengutamakan keselamatan kerja dengan menerapkan penggunaan APD sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain memberikan klarifikasi mengenai penerapan K3, Fajar juga menyampaikan permohonan maaf kepada tim VIVA Bogor terkait polemik yang sempat muncul akibat komunikasi saat proses konfirmasi pemberitaan. Menurutnya, tidak ada niat ataupun unsur kesengajaan untuk merendahkan profesi jurnalis. Ia menilai persoalan tersebut murni terjadi karena miskomunikasi dalam penyampaian informasi.
"Perihal anggapan merendahkan marwah jurnalis, kami mohon maaf. Yang terjadi hanyalah miskomunikasi dalam penyampaian informasi dan komunikasi, bukan sebuah unsur kesengajaan. Kami telah melakukan komunikasi ulang sehingga kesalahpahaman tersebut dapat diselesaikan dengan baik agar tidak terulang kembali," katanya.
Fajar menambahkan, pelaksanaan Program P3A-TGAI di Desa Mekarjaya hingga saat ini tetap berjalan sesuai perencanaan. Dari target pembangunan saluran irigasi sepanjang 650 meter, progres pekerjaan disebut telah mencapai sekitar 400 meter.
Ia memastikan pelaksanaan pekerjaan terus diarahkan agar memenuhi standar keselamatan kerja, termasuk penggunaan APD oleh para pekerja.
Di akhir keterangannya, Fajar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya Program P3A-TGAI, termasuk para pengusul program, Tim Pendamping Masyarakat (TPM), serta Konsultan Manajemen Balai (KMB) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian yang dinilai terus memberikan pendampingan teknis maupun administratif selama pelaksanaan kegiatan.