Dorong Percepatan Infrastruktur Air Bersih, Komisi III DPRD Kota Bogor Kunjungi IPA Tirta Pakuan Rancamaya
- Dok : Humpropub DPRD Kota Bogor
Bogor, VIVABOGOR - Komisi III DPRD Kota Bogor melakukan kunjungan lapangan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan yang berlokasi di Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Rabu (8/7/2026).
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat tetap berjalan optimal, sekaligus mengevaluasi kendala defisit air yang dialami sejumlah wilayah.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, bersama Wakil Ketua Komisi III Abdul Rosyid, dan Sekretaris Komisi III Pepen Firdaus.
Turut hadir jajaran anggota Komisi III lainnya, yakni Karnain Asyhar, Eka Wardhana, Juhana, Ence Setiawan, Karina Soebakti, Safrudin Bima, Nasya Kharisa Lestari, Rezky Kartika, Tri Riyanto Andhika Putra serta Angga Alan Surawijaya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, menegaskan bahwa peninjauan langsung ini bertujuan untuk menjamin masyarakat terhadap akses air bersih tidak mengalami gangguan.
Kendati demikian, dari hasil peninjauan, Komisi lll mencatat masih ada sejumlah tantangan besar yang harus segera diselesaikan oleh manajemen Perumda Tirta Pakuan.
"Kita memastikan bahwa kebutuhan air di masyarakat tidak terganggu. Ternyata PDAM sendiri masih banyak PR-nya terkait masyarakat yang masih membutuhkan air bersih, terutama di Kecamatan Tanah Sareal dan Bogor Barat. Harapannya, kedepan bisa fokus menyelesaikan masalah air di wilayah dua kecamatan tersebut," ujar pria yang akrab disapa Kiwong.
Senada dengan hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid, mengapresiasi implementasi teknologi canggih yang diterapkan dalam pengolahan air baku di SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Rancamaya.
Ia menyaksikan langsung bagaimana air baku yang bersumber dari sungai diproses secara higienis hingga siap konsumsi.
Namun, meskipun pasokan debit air bersih di fasilitas ini tergolong melimpah, Abdul Rosyid menyayangkan masih adanya beberapa kawasan di Kota Bogor yang belum teraliri air secara maksimal akibat minimnya fasilitas penunjang.
"Alhamdulillah debit air melimpah, tapi kita masih kekurangan beberapa spot atau daerah yang masih belum teraliri air karena alasan infrastruktur pipa dan reservoir untuk mendorong air menuju ke wilayah tersebut, terutama daerah Bogor Barat dan daerah Tanah Sareal," jelas Abdul Rosyid.