Rumah Dua Lantai di Bogor Barat Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Korsleting Listrik, Dua Penghuni Terluka
- Dok: DPKP
Kota Bogor, VIVA Bogor – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Semplak, RT 02/RW 13, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Rabu, 8 Juli 2026 dini hari. Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari ruang televisi di lantai bawah rumah.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Laporan dari masyarakat diterima petugas pada pukul 01.40 WIB, dan hanya berselang satu menit tim pemadam langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Respons cepat petugas membuat proses penanganan berlangsung sigap. Tim pemadam tiba di lokasi pada pukul 01.44 WIB dan langsung memulai upaya pemadaman satu menit kemudian, tepatnya pukul 01.45 WIB.
Api yang membakar rumah tersebut berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 20 menit. Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan selama kurang lebih 20 menit untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Dalam proses penanganan, DPKP Kota Bogor mengerahkan tiga regu pemadam yang berasal dari Pos Sukasari, Pos Yasmin, dan Pos Cibuluh. Sinergi antarpersonel membuat proses pemadaman berjalan lancar hingga situasi berhasil dikendalikan.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Theo Patricinio Freitas, mengatakan hasil pendataan sementara menunjukkan sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di ruang televisi yang berada di lantai bawah rumah milik Didin.
"Kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di ruang televisi di lantai bawah rumah," ujar Theo.
Meski api berhasil dipadamkan sebelum merambat lebih luas ke bangunan di sekitar lokasi, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar. DPKP Kota Bogor memperkirakan nilai kerugian material akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp200 juta.
Selain mengakibatkan kerusakan pada bangunan dan harta benda, kebakaran juga menyebabkan dua penghuni rumah mengalami luka-luka.
Korban bernama Nurhikmah mengalami luka bakar ringan pada bagian tangan dan paha. Sementara itu, Rapif mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal saat kebakaran berlangsung.