Curanmor Mengintai, Kapolsek Ciawi Ingatkan Warga Jangan Tinggalkan Kunci Motor Masih Menempel
- Dok: Rizal
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Kepolisian Sektor (Polsek) Ciawi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih menjadi ancaman di wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Salah satu langkah sederhana namun penting adalah tidak meninggalkan kunci kontak masih menempel pada sepeda motor saat diparkir, meski hanya dalam waktu singkat.
Imbauan tersebut disampaikan Kapolsek Ciawi AKP Dede Lesmana Jaya menyusul adanya kasus pencurian sepeda motor yang belum lama ini terjadi di Desa Telukpinang. Dalam kasus tersebut, pelaku diduga memanfaatkan kelengahan korban sehingga dengan mudah membawa kabur kendaraan.
AKP Dede Lesmana Jaya mengatakan, berbagai kasus curanmor kerap berawal dari kelalaian pemilik kendaraan. Karena itu, masyarakat diminta lebih disiplin dalam menjaga keamanan kendaraan ketika diparkir.
"Pastinya kelalaian saat memarkir kendaraan kembali dimanfaatkan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor)," ujar AKP Dede Lesmana Jaya, Selasa, 7 Juli 2026.
Ia mengingatkan agar setiap pengendara selalu mencabut kunci kontak, mengunci stang, serta memilih lokasi parkir yang aman dan mudah diawasi. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat mengurangi peluang pelaku melakukan aksi pencurian.
"Jangan sampai kelalaian kita menjadi kesempatan bagi pelaku pencurian. Cabut kunci kontak, kunci stang, dan parkirlah di tempat yang aman," katanya.
Imbauan tersebut berkaitan dengan kasus curanmor yang menimpa seorang warga Desa Telukpinang, Kecamatan Ciawi. Korban kehilangan sepeda motor Honda miliknya setelah memarkirkan kendaraan di depan sebuah konter pulsa dengan kondisi kunci kontak masih menempel.
Saat itu, korban selesai bertransaksi dan sempat duduk sambil menggunakan telepon genggam untuk mengirim pesan melalui aplikasi WhatsApp. Ketika hendak melanjutkan aktivitasnya, sepeda motor yang diparkir sekitar 1,5 meter dari posisinya ternyata sudah tidak berada di tempat.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga pelaku memanfaatkan kelengahan korban yang terlalu fokus menggunakan telepon seluler. Kondisi kunci kontak yang masih terpasang membuat pelaku lebih mudah membawa kabur kendaraan tanpa harus merusak sistem pengaman.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan beberapa faktor yang diduga mempermudah aksi pelaku, di antaranya kunci kontak yang masih menempel pada kendaraan, korban yang terlalu fokus menggunakan telepon seluler, serta kurangnya pengawasan terhadap sepeda motor meski berada tidak jauh dari lokasi," jelas Dede.