Mobil Boks Pengangkut Es Kristal Nyungsep ke Parit Sawah di Tanjungsari, Diduga Rem Tangan Tak Kuat
- Dok: Dedi Ruswandi
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Sebuah mobil boks pengangkut es kristal terperosok ke pinggir parit sawah di kawasan Kavling Nuansa Alam, dekat Kafe Sera, Desa Sirnasari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Selasa, 7 Juli 2026 siang. Insiden tersebut diduga terjadi setelah rem tangan kendaraan tidak mampu menahan laju mobil yang diparkir di jalan menurun.
Peristiwa itu terjadi saat mobil hendak mengirimkan es kristal ke Kafe Sera. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun pengguna jalan yang tertimpa kendaraan. Namun, mobil boks mengalami posisi miring setelah masuk ke pinggir parit sawah sehingga proses pengiriman sempat terganggu.
Sopir mobil, Samsudin, menceritakan bahwa sebelum kejadian dirinya telah memarkirkan kendaraan di tepi jalan sekitar pukul 12.15 WIB. Saat itu, mesin mobil masih dalam kondisi menyala dan rem tangan sudah diaktifkan.
Namun, kondisi jalan yang menurun membuat rem tangan diduga tidak mampu menahan beban kendaraan. Akibatnya, mobil bergerak sendiri tanpa pengemudi dan meluncur ke arah pinggir jalan.
"Saya sudah parkir di pinggir jalan dan memakai rem tangan. Karena kondisi jalan menurun, ternyata rem tangan tidak mampu menahan laju kendaraan. Mobil kemudian bergerak sendiri. Saya sempat mengejar dan berusaha menghentikannya, tetapi lajunya sudah terlalu cepat hingga akhirnya nyungsep ke pinggir parit sawah," ujar Samsudin.
Samsudin, Supir Box Pengangkut Es Kristal
- Dok: Dedi Ruswandi
Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi kendaraan sekaligus membantu proses evakuasi mobil yang berada dalam posisi miring di tepi parit.
Meski sempat membuat warga khawatir, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Mobil juga tidak menabrak pengguna jalan maupun bangunan di sekitar lokasi sebelum akhirnya berhenti di pinggir parit sawah.
Posisi kendaraan yang berada di bibir parit membuat proses evakuasi dilakukan secara hati-hati agar mobil tidak tergelincir lebih jauh. Hingga proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas yang berarti.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengemudi, khususnya kendaraan niaga yang membawa muatan, agar lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan di lokasi yang memiliki kontur jalan menurun atau menanjak.