Pemkot Bogor Luncurkan SIMASDA, Dedie Rachim Targetkan Pengelolaan Aset Lebih Transparan dan Tingkatkan PAD

Launching Simasda di Balai Kota Bogor
Sumber :
  • Istimewa

Bogor, VIVABOGOR – Pemerintah Kota Bogor resmi meluncurkan Smart Asset Governance Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah (SIMASDA) sebagai langkah memperkuat tata kelola aset daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis digital. Peluncuran aplikasi yang dikembangkan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor itu dipimpin langsung Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Kota Bogor.

img_title B-Smart CORPU Resmi Diluncurkan, Jadi Senjata Pemkot Bogor Hadapi Defisit Pegawai

Dedie Rachim mengatakan, kehadiran SIMASDA menjadi instrumen penting dalam meningkatkan pengawasan terhadap seluruh aset milik Pemerintah Kota Bogor.

Melalui sistem tersebut, seluruh data aset dapat dipantau secara lebih terbuka, mulai dari lokasi, luas, nilai, hingga status pemanfaatannya.

img_title Dewan Minta Pemkot Bogor Perkuat Koordinasi dan Pengawasan Soal K3 Trase Baru Batutulis

"Dengan kita launching SIMASDA ini tentu pengelolaan aset daerah ke depan akan lebih transparan, akuntabel, dan mudah-mudahan lebih berintegritas. Karena dari situ nanti kelihatan semua aset ada di mana, luasnya berapa, nilainya berapa, dipakai untuk keperluan apa, sampai kapan, itu semuanya akan kelihatan," ungkap Dedie, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, SIMASDA bukan hanya berfungsi sebagai pusat data aset daerah, tetapi juga menjadi alat pengendalian untuk memastikan pengelolaan aset dilakukan secara lebih efektif dan profesional.

img_title Dedie-Jenal Soroti Pentingnya K3 di Proyek Trase Batutulis, Kontraktor Klaim Bersihkan Ceceran Tanah Setiap Sore

Ia menilai keberhasilan sistem tersebut harus diukur melalui indikator kinerja yang jelas, terutama dalam meningkatkan nilai pemanfaatan aset daerah.

"Kalau sekarang pemanfaatan aset hanya Rp5,5 miliar, maka key indikatornya ke depan mungkin harus Rp10 miliar, Rp15 miliar, bahkan Rp20 miliar karena nilai aset kita total hampir Rp15 triliun," katanya.

Dedie menjelaskan, total aset Pemerintah Kota Bogor terdiri atas berbagai kategori, seperti sekolah, kantor pemerintahan, taman, hingga jalan. Karena itu, pemerintah akan melakukan pengelompokan berdasarkan karakteristik aset.

"Nanti kita coba pilah lagi mana aset yang punya nilai ekonomi supaya ada clustering-nya, mana yang kemudian punya nilai sosial," ucapnya.

Sementara itu, Kepala BKAD Kota Bogor, Lia Kania Dewi, menjelaskan bahwa Smart Asset Governance SIMASDA dikembangkan untuk mendukung transparansi, efisiensi, dan tata kelola aset daerah yang memiliki nilai strategis.

Menurut Lia, seluruh aset milik Pemerintah Kota Bogor akan terintegrasi dalam satu sistem digital, sehingga memudahkan proses pendataan, pengawasan, hingga pemanfaatannya.

Halaman Selanjutnya
img_title