Warga Sukajadi Tamansari Terpapar DBD, Pemdes Bergerak Cepat Lakukan Fogging Darurat

Sejumlah warga Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, terpapar DBD.
Sumber :
  • Dok: Rizal

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Pemerintah Desa Sukajadi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, bergerak cepat melakukan langkah penanganan setelah sejumlah warga di Kampung Cisasah Peuntas RT 01 RW 11 terindikasi terpapar Demam Berdarah Dengue (DBD). Bersama petugas kesehatan, pemerintah desa melaksanakan fogging darurat sebagai upaya mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

img_title Kabel PJU Dicuri, Sejumlah Jalan di Tamansari Bogor Gelap, Dishub Minta Warga Segera Melapor

Langkah cepat ini dilakukan setelah adanya laporan warga yang mengalami gejala DBD. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, dua warga dinyatakan positif DBD, sementara satu warga lainnya mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut dan masih menjalani penanganan.

Kepala Desa Sukajadi, Ade Gunawan, mengatakan pemerintah desa langsung berkoordinasi dengan Puskesmas setempat begitu menerima informasi mengenai adanya kasus DBD di lingkungan tersebut.

img_title Pemdes Cibadak Bangun TPT di Rawasadang, Perkuat Jalan untuk Petani dan Warga

"Menurut informasi dari warga ada beberapa yang terdampak. Dua orang dinyatakan positif DBD berdasarkan hasil laboratorium dan sementara satu orang positif mengalami gejala," ujar Ade Gunawan, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut Ade, pihak Puskesmas memastikan kasus yang dialami ketiga warga tersebut merupakan DBD sehingga diperlukan langkah cepat untuk mencegah penyebaran virus dengue ke lingkungan sekitar.

img_title Adu Banteng Pajero dan Mobil Kopdes Merah Putih di Cariu Bogor, Dua Kendaraan Rusak Parah

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Sukajadi bersama tenaga kesehatan melaksanakan penyemprotan atau fogging di wilayah yang terdampak. Langkah ini dilakukan untuk menekan populasi nyamuk dewasa yang berpotensi menjadi penyebar virus dengue.

"Setelah adanya kasus DBD ini, kami langsung melakukan fogging di wilayah terdampak sebagai langkah pencegahan agar penyebaran nyamuk pembawa virus dengue bisa ditekan," jelasnya.

Selain melakukan fogging, pemerintah desa juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Warga diimbau menerapkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui pola hidup 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Pemerintah desa menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah bertambahnya kasus DBD. Sebab, fogging hanya membasmi nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tetap harus diberantas melalui kebersihan lingkungan.

Ade juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala awal DBD. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi secara mendadak, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, atau muncul bintik-bintik merah pada kulit.

Halaman Selanjutnya
img_title