Truk Mogok dan Perbaikan Jalan Bikin Jalur Transyogi Macet Parah, Antrean Kendaraan Mengular

Kemacetan panjang terjadi di Jalur Transyogi akibat truk mogok dan perbaikan jalan.
Sumber :
  • Dok: Dedi Ruswandi

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Kemacetan panjang mewarnai aktivitas lalu lintas di Jalur Transyogi pada Selasa, 7 Juli 2026. Antrean kendaraan mengular dari Kampung Cipinang, Kabupaten Cianjur, hingga Kampung Girijaya, Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, sehingga menghambat mobilitas masyarakat yang melintasi jalur penghubung tersebut.

img_title Iwan Setiawan Usul Bupati dan DPRD Duduk Bersama Atasi Kemacetan Puncak

Kepadatan arus lalu lintas dipicu oleh dua faktor yang terjadi secara bersamaan. Sebuah truk engkel mengalami mogok di badan jalan, sementara di lokasi yang tidak jauh dari titik tersebut sedang berlangsung pekerjaan perbaikan jalan yang mengharuskan diterapkannya sistem buka tutup arus kendaraan.

 

Kemacetan panjang terjadi di Jalur Transyogi akibat truk mogok dan perbaikan jalan.

Photo :
  • Dok: Dedi Ruswandi

Kondisi itu menyebabkan laju kendaraan tersendat dari kedua arah. Volume kendaraan yang cukup tinggi pada pagi hingga siang hari membuat antrean terus bertambah panjang dan menjalar hingga memasuki wilayah Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor.

 

Mendapat informasi mengenai kepadatan lalu lintas tersebut, jajaran Polsek Tanjungsari langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengaturan arus kendaraan sekaligus memastikan penyebab utama kemacetan.

 

Kemacetan panjang terjadi di Jalur Transyogi akibat truk mogok dan perbaikan jalan.

Photo :
  • Dok: Dedi Ruswandi

Kapolsek Tanjungsari, IPTU Ekka Sakti Koeswanto, memimpin langsung penanganan di lapangan bersama personel. Petugas melakukan pemantauan di sejumlah titik guna mengurai antrean kendaraan yang terus bertambah.

 

Dari hasil pengecekan di lokasi, diketahui bahwa salah satu penyebab kemacetan adalah truk engkel yang mengalami gangguan sehingga sempat berhenti di jalur Transyogi. Kendaraan tersebut kemudian berhasil dievakuasi sehingga dapat kembali melanjutkan perjalanan.

 

Meski truk telah dievakuasi, kepadatan lalu lintas belum sepenuhnya terurai. Hal itu karena sistem buka tutup jalan masih diberlakukan untuk mendukung proses perbaikan ruas jalan di wilayah Kampung Cipinang, Kabupaten Cianjur.

 

"Kami bergerak cepat untuk mengetahui penyebab kemacetan dan melakukan pengaturan arus lalu lintas. Personel kami disiagakan di sejumlah titik agar arus kendaraan tetap bergerak dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat kepadatan kendaraan," ujar IPTU Ekka Sakti Koeswanto.

 

Petugas kepolisian tampak mengatur kendaraan secara bergantian dari dua arah agar arus lalu lintas tetap berjalan. Pengaturan tersebut dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan yang berpotensi memperparah kemacetan.

 

Jalur Transyogi sendiri merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur. Jalur ini setiap harinya dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik sehingga gangguan kecil sekalipun dapat berdampak pada kelancaran lalu lintas.

 

Karena itu, keberadaan petugas di lapangan menjadi penting untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali selama proses perbaikan jalan berlangsung.

 

Polsek Tanjungsari juga mengimbau para pengguna jalan agar tetap mengutamakan keselamatan saat melintasi kawasan tersebut. Pengendara diminta bersabar menghadapi antrean, mematuhi arahan petugas, menjaga jarak aman antar-kendaraan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan melalui Jalur Transyogi.

 

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak memaksakan menyalip di lokasi penyempitan jalan karena dapat memperburuk kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

 

Hingga berita ini diterbitkan, arus lalu lintas di Jalur Transyogi masih terpantau padat. Namun, berkat proses evakuasi truk yang telah selesai dan pengaturan lalu lintas oleh personel kepolisian, kondisi kendaraan secara bertahap mulai bergerak lebih lancar meski sistem buka tutup jalan masih diberlakukan selama pekerjaan perbaikan berlangsung.

 

Pihak kepolisian terus melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan dengan aman dan kondusif hingga kondisi lalu lintas kembali normal.