Dedie Rachim Ajak PKL Pasar Bogor Pindah ke Jambu Dua, Masih Tersedia 300 Lapak Gratis
- Dok: Nayaa
Kota Bogor, VIVA Bogor – Pemerintah Kota Bogor kembali mengajak para pedagang kaki lima (PKL), khususnya pedagang pasar basah yang masih berjualan di kawasan Pasar Bogor, untuk memanfaatkan kios yang tersedia di Pasar Jambu Dua. Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 300 lapak yang dapat digunakan oleh pedagang yang belum bersedia direlokasi.
Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Jambu Dua, Senin, 29 Juni 2026. Menurutnya, kapasitas yang masih tersedia menjadi peluang bagi para pedagang untuk mendapatkan tempat usaha yang lebih layak dan tertata dibandingkan berjualan di ruang publik seperti trotoar.
Dedie mengatakan, Pemerintah Kota Bogor telah menawarkan berbagai kemudahan kepada para pedagang agar bersedia menempati kios yang telah disiapkan. Bahkan, sejumlah lapak ditawarkan dengan harga yang sama seperti sebelumnya, termasuk skema penggunaan secara gratis bagi pedagang tertentu.
"Masih ada sekitar 300 tempat yang bisa menampung pedagang pasar basah. PKL yang belum mau pindah sudah kami tawarkan dengan harga yang sama, bahkan gratis," ujar Dedie.
Menurutnya, relokasi ke Pasar Jambu Dua bukan sekadar memindahkan lokasi berdagang, tetapi juga menjadi langkah untuk meningkatkan kualitas usaha para pedagang. Dengan menempati kios resmi, para PKL memiliki tempat usaha yang lebih representatif, nyaman, dan memiliki alamat yang jelas.
Ia menilai keberadaan alamat usaha yang tetap akan memberikan nilai tambah bagi pedagang karena mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus memperkuat identitas usaha yang dijalankan.
"Ambil kesempatan ini. Jangan kebiasaan berdagang di atas trotoar. Di sini ada alamatnya, jadi PKL punya marwah sekarang, naik kelas. Itu yang kita tawarkan," katanya.
Selain menyediakan tempat berdagang yang lebih baik, Pasar Jambu Dua juga dinilai memiliki prospek ekonomi yang semakin menjanjikan. Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan tersebut berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat, terutama setelah hadirnya sentra kuliner yang ramai dikunjungi warga.
Dedie mengungkapkan bahwa meningkatnya jumlah pengunjung ke kawasan kuliner ternyata memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan di sektor pasar basah. Kehadiran masyarakat yang datang untuk menikmati kuliner turut mendorong peningkatan transaksi di kios-kios pedagang kebutuhan pokok.