Jalur Bocimi Rawan Kecelakaan, Polisi Ungkap Penyebab dan Minta Pengendara Lebih Waspada

Satlantas mengungkap faktor penyebab kecelakaan di Jalur Bocimi, mulai dari pelanggaran lalu lintas hingga kondisi jalan
Sumber :
  • Istimewa

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Ruas Jalan Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) masih menjadi salah satu jalur yang perlu mendapat perhatian serius terkait keselamatan berlalu lintas. Tingginya mobilitas kendaraan, terutama kendaraan angkutan barang dan truk besar, membuat jalur ini kerap menjadi lokasi terjadinya kecelakaan lalu lintas.

img_title Buka Akses Venue Porprov Jabar, Pemkot Bogor Bakal Uji Coba Jalan Saleh Danasasmita

Kepolisian melalui Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas terus melakukan evaluasi terhadap berbagai kejadian kecelakaan yang terjadi di jalur tersebut. Dari hasil kajian sementara, ditemukan sejumlah faktor yang menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan di kawasan Bocimi.

Kanit Gakkum Satlantas, Ares Rahman, menjelaskan bahwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalur Bocimi umumnya dipengaruhi oleh empat faktor utama, yakni faktor manusia, kendaraan, kondisi jalan, dan lingkungan sekitar.

img_title Menangkal Racun Syubhat dan Hoaks: Mengapa Tabayyun dan Iman Menjadi Benteng Keselamatan Jiwa?

Menurutnya, faktor manusia masih menjadi penyebab yang paling dominan. Pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pengendara, seperti melaju dengan kecepatan tinggi dan mengabaikan aturan keselamatan, masih sering ditemukan di lapangan.

“Dari hasil evaluasi sementara, masih ditemukan adanya pelanggaran lalu lintas seperti kecepatan berlebih, kendaraan yang tidak laik jalan, serta kurangnya disiplin pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan barang,” ujar Ares Rahman, Senin, 22 Juni 2026.

img_title Pimpin Harhubnas 2026, Wali Kota Dedie Rachim Tekankan Keselamatan Transportasi

Selain perilaku pengendara, kondisi kendaraan juga menjadi perhatian. Kendaraan yang tidak memenuhi standar kelayakan jalan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat melintas di jalur yang memiliki karakteristik menanjak, menurun, maupun tikungan yang cukup padat.

Tidak hanya itu, faktor infrastruktur jalan juga menjadi bagian dari evaluasi. Ares menyebutkan bahwa terdapat beberapa kondisi geometrik jalan yang dinilai kurang ideal dan memerlukan perhatian lebih lanjut.

Menurutnya, kondisi geometrik jalan yang kurang simetris berpotensi memengaruhi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama bagi pengendara yang belum terbiasa melintasi Jalur Bocimi.

Karena itu, pihak kepolisian berencana melakukan koordinasi dengan instansi terkait selaku penyelenggara jalan guna membahas berbagai temuan di lapangan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah perbaikan yang mampu meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya bergantung pada kondisi jalan, tetapi juga sangat ditentukan oleh kesadaran dan kedisiplinan para pengguna jalan itu sendiri.

Halaman Selanjutnya
img_title