Tawuran Live Instagram Digagalkan Polisi di Parung, Tiga Remaja Diamankan Sebelum Bentrok
- Dok: Fahri
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Polsek Parung Polres Bogor berhasil menggagalkan rencana aksi tawuran antarkelompok remaja yang diduga akan disiarkan secara langsung melalui fitur Live Instagram. Dalam operasi cepat yang dilakukan pada Selasa malam, 16 Juni 2026, petugas mengamankan tiga remaja sebelum bentrokan yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa itu terjadi.
Pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas sekelompok remaja di kawasan Jalan Raya Parung, tepatnya di depan sebuah rumah makan di Desa Parung. Menindaklanjuti laporan itu, personel Polsek Parung segera bergerak melakukan patroli dan pengamanan sekitar pukul 21.20 WIB.
Saat tiba di lokasi, petugas menemukan sekelompok remaja yang diduga tengah mempersiapkan aksi tawuran. Polisi kemudian membubarkan kelompok tersebut dan mengamankan tiga orang remaja untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Dari lokasi kejadian, petugas turut menyita sejumlah barang bukti berupa tiga unit telepon genggam dan satu unit sepeda motor yang diduga digunakan dalam persiapan aksi tersebut. Salah satu remaja yang diamankan diketahui mengenakan atribut ojek online.
Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan awal, rencana tawuran tersebut disusun melalui media sosial dan diduga akan disiarkan secara langsung melalui Instagram.
“Rencana tawuran sudah disusun melalui media sosial dan akan disiarkan secara langsung. Petugas kami berhasil mencegah hal itu sebelum terjadi bentrokan maupun korban,” ujar Kompol Maman Firmansyah.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami keterlibatan para remaja yang diamankan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perencanaan aksi tersebut.
Sebagai langkah pembinaan, Polsek Parung juga melibatkan orang tua serta pihak sekolah untuk memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap para remaja yang terlibat.
Kepolisian berharap peran keluarga dan lingkungan pendidikan dapat membantu mencegah terulangnya kejadian serupa. Kompol Maman turut mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka, khususnya dalam penggunaan media sosial yang kerap menjadi sarana komunikasi berbagai aktivitas negatif.
“Kami bukan hanya membubarkan tawuran yang bisa berakibat fatal, tetapi yang lebih utama adalah menyelamatkan masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya.