Setelah Tiga Tahun Menunggu, SDN Pakuan Akhirnya Tambah Ruang Kelas Baru
- Dok : Erik Prayoga
Bogor, VIVABOGOR– Rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas baru di SDN Pakuan resmi memasuki tahap persiapan dan pengerjaan. Pihak sekolah berharap proyek yang telah diusulkan sejak 2023 itu dapat menjawab kebutuhan ruang belajar sekaligus mengakhiri sistem pembelajaran siang bagi sebagian siswa.
Kepala SDN Pakuan, Joko Hadiarso, mengatakan usulan pembangunan sarana dan prasarana melalui Dinas Pendidikan Kota Bogor telah diajukan sejak tiga tahun lalu dan baru terealisasi pada 2026.
Menurutnya, kebutuhan ruang belajar di SDN Pakuan cukup mendesak mengingat sekolah saat ini memiliki 18 rombongan belajar dari kelas 1 hingga kelas 6.
“Pengajuan ruang kelas baru sudah kami lakukan sejak 2023 dan baru terealisasi tahun ini. Harapan kami jangan sampai ada lagi siswa yang harus pulang sore karena kebutuhan ruang belajar yang cukup besar,” ujar Joko, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, secara kasat mata kondisi bangunan sekolah masih terlihat baik. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan, sejumlah bagian konstruksi bangunan sudah mengalami penurunan kualitas dan perlu dilakukan rehabilitasi.
“Kalau dilihat dari luar memang masih terlihat bagus, tetapi kondisi sebenarnya sudah rapuh sehingga perlu dilakukan pembangunan kembali,” katanya.
Joko menambahkan, pihak sekolah akan turut melakukan pengawasan selama proses pembangunan berlangsung untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.
Sementara itu, pihak pelaksana, Direktur CV Prakarsa Adhikarya Semesta, Maswi Haris, menjelaskan bahwa pekerjaan akan diawali dengan pembongkaran bangunan eksisting sebelum dilanjutkan dengan pembangunan gedung baru dua lantai.
Menurutnya, bangunan yang sebelumnya terdiri atas dua ruang kelas dan satu ruang guru akan dikembangkan menjadi delapan ruang kelas baru.
“Bangunan lama akan dibongkar kemudian dibangun kembali menjadi dua lantai. Nantinya terdapat empat ruang kelas di lantai bawah dan empat ruang kelas di lantai atas,” jelas Maswi.
Ia memastikan pelaksanaan proyek akan memperhatikan aspek keselamatan serta kenyamanan siswa yang tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar selama pekerjaan berlangsung.
“Secara teknis area pekerjaan akan kami tutup agar tidak mengganggu proses belajar mengajar siswa. Pengamanan lokasi menjadi perhatian utama selama pembangunan berlangsung,” ujarnya.