Hadiri Launching Podcast, Dedie Rachim Apresisi Inovasi KPU Kota Bogor
- Istimewa
Bogor, VIVABOGOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor resmi meluncurkan inovasi media digital berupa podcast sebagai sarana edukasi politik dan pendidikan pemilih berkelanjutan.
Program tersebut ditandai dengan peluncuran episode perdana yang menghadirkan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, sebagai narasumber pertama, Rabu (10/6/2026).
Kehadiran podcast KPU Kota Bogor diharapkan menjadi ruang komunikasi yang mampu menjembatani penyelenggara pemilu dengan masyarakat, sekaligus menjaga semangat demokrasi tetap hidup meski berada di luar tahapan pemilu. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan KPU Kota Bogor.
Menurutnya, siklus demokrasi yang berlangsung setiap lima tahun kerap membuat masyarakat melupakan pentingnya kesiapan dan partisipasi dalam menghadapi pemilu berikutnya.
Karena itu, ia menilai podcast dapat menjadi media yang efektif untuk terus menyuarakan nilai-nilai Demokrasi Pancasila sekaligus meningkatkan kesadaran politik masyarakat.
"Harapannya adalah bagaimana terus Demokrasi Pancasila kita bisa terus disuarakan, kemudian juga disosialisasikan metode-metode untuk meningkatkan partisipasi pemilu dari tahun ke tahun. Caranya adalah mengajak masyarakat untuk partisipasi aktif melalui podcast KPU Kota Bogor," ujar Dedie usai mengisi sesi podcast, Rabu (10/6).
Dalam kesempatan tersebut, Dedie juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mendukung penyelenggaraan pemilu. Dukungan itu tidak hanya diberikan melalui bantuan hibah dan penganggaran, tetapi juga melalui perencanaan fasilitas kantor yang lebih representatif bagi lembaga penyelenggara pemilu.
"Pemerintah Kota Bogor sudah berkomitmen sejak lama. Yang pertama memberikan berbagai macam bantuan hibah kepada penyelenggaraan pemilu di Kota Bogor, khususnya kepada KPU. Termasuk juga kita menyiapkan anggaran untuk penyelenggaraan berupa anggaran cadangan pilkada," jelasnya.
Lebih jauh, Dedie mengungkapkan adanya rencana pemanfaatan aset milik pemerintah daerah setelah pusat pemerintahan Kota Bogor di Katulampa selesai dibangun.
"Ada rencana juga kalau nanti suatu saat kantor pemerintahan Kota Bogor di Katulampa sudah selesai, maka salah satu aset Kota Bogor yang nantinya mungkin sudah tidak lagi dimanfaatkan oleh dinas bisa dimanfaatkan oleh KPU dan juga Bawaslu. Tetapi ini masih butuh waktu karena akses jalan sedang kita selesaikan di tahun ini," tambah Dedie.