Solar Tumpah di Cicangkal, Puluhan Pemotor Tergelincir
- Dok: Fahri
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – Tumpahan solar di ruas Jalan Raya Lapan–Cicangkal, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, menyebabkan jalan menjadi licin dan memicu serangkaian kecelakaan tunggal pada Sabtu 30 Mei 2026. Akibatnya, puluhan pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh saat melintas di jalur tersebut.
Tumpahan solar dari minibus bocor membuat Jalan Raya Lapan–Cicangkal di Rumpin licin.
- Dok: Fahri
Peristiwa ini bermula dari sebuah minibus yang mengalami kebocoran pada tangki bahan bakarnya. Kendaraan yang melaju dari arah Cisauk menuju Cicangkal itu diketahui meneteskan solar sepanjang jalan hingga area depan Pasar Cicangkal.
Kebocoran tangki sebenarnya sempat diketahui saat kendaraan tersebut hendak mengisi bahan bakar di sebuah SPBU. Salah seorang karyawan SPBU bernama Ade mengaku telah memberi tahu pengemudi mengenai kondisi kendaraannya yang mengalami kebocoran.
Namun, menurut keterangan Ade, pengemudi tidak menghentikan laju kendaraan dan justru tetap melanjutkan perjalanan. Akibatnya, solar terus menetes di sepanjang ruas Jalan Lapan–Cicangkal dan menciptakan permukaan jalan yang sangat licin.
“Pengendara mobilnya bukannya berhenti malah tancap gas dan pergi,” ujar Ade kepada wartawan.
Kondisi jalan yang licin membuat banyak pengendara roda dua kehilangan keseimbangan. Dalam waktu singkat, sejumlah pemotor dilaporkan tergelincir saat melintasi titik-titik yang terkena tumpahan solar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sedikitnya 10 pengendara mengalami kecelakaan tunggal akibat kondisi jalan yang berbahaya tersebut. Sebagian besar korban mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan pertolongan dari warga sekitar.
Selain menyebabkan kecelakaan, tumpahan solar juga berdampak pada arus lalu lintas. Banyak pengendara yang memilih memperlambat laju kendaraan saat melintas sehingga menyebabkan kepadatan di beberapa titik jalan.
Melihat situasi yang berpotensi menimbulkan korban lebih banyak, warga sekitar bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Mereka berinisiatif menaburkan pasir di sepanjang area yang terdampak solar untuk mengurangi tingkat kelicinan jalan.
Tidak hanya itu, warga juga memasang tanda peringatan sederhana berupa bangku yang diletakkan di tengah jalan agar pengguna jalan lebih waspada saat melintas.
Salah seorang warga, Sahrudin, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya kecelakaan lanjutan sebelum penanganan lebih lanjut dilakukan.