Kapolsek Megamendung Cantik Sigap Perbaiki Mushollah Terdampak Cuaca Ekstrem

Kapolsek Megamendung renovasi mushollah terdampak cuaca ekstrem
Sumber :

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor - Pengumuman BMKG Nasional terkait cuaca ekstrem di wilayah Indonesia, khususnya Jawa Barat, terpantau berdampak di wilayah hukum Bogor Kota dan Kabupaten Bogor. Beberapa daerah rawan terdampak bencana alam, termasuk Kecamatan Megamendung yang rawan longsor dan retakan jalan akibat hujan lebat disertai angin dan petir. Hal ini menjadi perhatian dalam upaya antisipasi penanganan dampak bencana alam yang terjadi.

img_title Pohon Johar Ratusan Tahun Masih Kokoh di Megamendung, Jadi Saksi Sejarah Jalur Alternatif Puncak

Berdasarkan arahan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto kepada seluruh personel Polres Bogor dan jajaran Polsek, agar mengantisipasi serta segera menindaklanjuti penanganan dampak bencana alam di wilayah masing-masing, serta membantu dan melayani masyarakat yang terdampak.

Menindaklanjuti arahan pimpinan, Kapolsek Megamendung AKP Desi Triana yang dikenal dengan sebutan “Ibu Macan” dan sandi HT dinas “MegaCan”, menjelaskan dalam wawancaranya, “Kami sudah sigap menanggapi dampak bencana alam di wilayah hukum Megamendung. Alhamdulillah masih tergolong aman dan kondusif. Adapun longsor dan retakan jalan terjadi karena konstruksi bangunan dan jalan yang sudah tua dan memang rawan. Namun, di tengah kesiapsiagaan kami, justru Mako Polsek kami sendiri terkena dampak, yaitu tembok samping mushollah Polsek ambruk akibat hujan lebat disertai angin kencang,” ujarnya sambil tersenyum.

img_title EIGER Nature Resmi Dibuka di Megamendung, Menteri Pariwisata Apresiasi Wisata Berkelanjutan

Kejadian tersebut terjadi pada awal April 2026, setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026, saat intensitas hujan tinggi disertai angin yang terus-menerus, sehingga kondisi menjadi sangat ekstrem dan menyebabkan tembok runtuh, bahkan terdengar gemuruh oleh anggota piket Mako.

Akibat kejadian tersebut, AKP Desi selaku Kapolsek Megamendung langsung berinisiatif untuk merenovasi tembok samping mushollah yang runtuh akibat bencana alam tersebut. “Alhamdulillah, akhirnya pembangunan renovasi dapat terealisasi dengan izin Allah Subhanahu wa ta’ala. Dalam waktu satu minggu, tembok samping mushollah sudah berdiri kokoh kembali,” ungkapnya.

img_title Desa di Megamendung Prioritaskan Jalan Alternatif pada 2027

Dengan adanya kejadian tersebut, AKP Desi Triana juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat cuaca ekstrem, baik gempa maupun hujan lebat disertai angin dan petir. Masyarakat diminta segera menghubungi call center 110, Polsek Megamendung, atau Bhabinkamtibmas setempat apabila terjadi kejadian darurat.

Halaman Selanjutnya
img_title