Peringati Hari Air Sedunia, KLH Ajak Masyarakat Hemat Air

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono
Sumber :
  • Istimewa

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor –Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berhemat air. Ajakan ini disampaikannya dalam peringatan Hari Air Sedunia Tahun 2026 yang rutin diperingati setiap tanggal 22 Maret.

img_title 19 Tahun Mengabdi, Bu Uun Jadi Penggerak Aksi Kemanusiaan di Bogor Barat

Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyelenggarakan kegiatan Hari Air Sedunia Tahun 2026 dipusatkan di PTPN 1 Regional 2 Unit Agrowisata Gunung Mas, Jalan Raya Puncak, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Minggu, 5 April 2026.

Rangkaian acara peringatan Hari Air Sedunia tahun 2026 bertema 'water and gender' ini diisi dengan kegiatan penanaman 1.500 pohon, pemberian bantuan perahu karet, alat pembuat lubang biopori dan tabung biopori sebanyak 500 buah, dan sarasehan komunitas sungai, Saka Kalpataru dan PHRI Kabupaten Bogor.

img_title Polsek Rumpin Tindak Lanjuti Aduan 110, Hentikan Aktivitas Pembakaran Limbah Aluminium Foil

Wamen LH, Diaz Hendropriyono, menyampaikan peringatan Hari Air Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap krisis air yang tengah terjadi.

Di mana bumi saat ini dalam kondisi kritis air. Ketersediaan air di bumi yang terus berkurang akibat climate change (perubahan iklim). Dari 71 persen kandungan air di bumi saat ini, hanya 2 persen yang dapat digunakan/dikonsumsi oleh manusia dan mayoritas terkonsentrasi di Kutub Utara dan Kutub Selatan, sungai, danau, sumur.

img_title UIKA Bogor Gelar Science on the Road di SDIT ALIF Ciawi, Ajak Siswa Peduli Sampah dan Lingkungan

"Kondisi saat ini, dari 2 persen yang ada masih terus berkurang akibat terpolusi oleh sampah dan beragam jenis limbah. Air tawar yang layak digunakan hanya sekitar nol koma nol sekian persen. Makanya kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghemat air, terus menanam pohon minimal satu orang satu pohon dan memperbanyak lubang biopori," ungkapnya.

Dijelaskannya, dengan memperbanyak menanam pohon dan lubang biopori akan mampu meningkatkan daya serap air atau mengurangi run off (limpasan air permukaan) yang menyebabkan bencana banjir. Kawasan Puncak-Bogor sendiri dipilih menjadi pusat kegiatan karena sangat penting sebagai pengendali fungsi air di kawasan Jabodetabek.

Sementara itu, Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan di kawasan Puncak.

“Kami mendukung penuh kegiatan ini dengan menanam pohon dan menyediakan biopori agar air dapat terserap ke dalam tanah dan menjadi cadangan air bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya juga berkomitmen dalam pengelolaan sampah di kawasan Gunung Mas. Sampah dari aktivitas operasional akan dikumpulkan dan dikelola sesuai aturan lingkungan yang berlaku, termasuk bekerjasama dengan mitra KSO.

Halaman Selanjutnya
img_title