Dihadiri Mantan Petinggi KPK, ASN Pemkot Bogor Digodok Soal Integritas

Dihadiri Mantan Petinggi KPK, ASN Pemkot Bogor Digodok Soal Integritas
Sumber :
  • Dok : Diskominfo Kota Bogor

Bogor, VIVABOGOR - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menegaskan pentingnya integritas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan penguatan integritas ASN yang digelar di Aula Lantai IV Badan Pendapatan Daerah Kota Bogor, Kamis (12/3/2026).

img_title Jenal Mutaqin Dorong Fighter B2 Unleashed Tembus Kompetisi Nasional

Dalam forum tersebut, Jenal mengingatkan bahwa integritas merupakan prinsip utama yang harus melekat pada setiap ASN dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pelayan masyarakat.

Menurutnya, aparatur pemerintah perlu memahami secara menyeluruh makna integritas, termasuk batasan dan dasar hukum yang mengaturnya.

img_title Sambangi Gunung Batu, Jenal Mutaqin Puji Keberhasilan Warga Pangkas Buangan Sampah ke Galuga

“Integritas itu melekat pada tugas bapak ibu sebagai aparatur yang digaji oleh rakyat. Banyak regulasi dan ketentuan hukum yang harus dipatuhi,” ujar Jenal.

Ia menekankan bahwa ASN memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

img_title Kirim 565 Atlet ke Porprov XV Jabar 2026, Pemkot Bogor Tancap Gas Patok Target 100 Emas

Oleh karena itu, para aparatur diminta untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk belajar dari pengalaman para senior maupun praktisi yang telah lama berkecimpung di bidang pemerintahan.

Menurut Jenal, Pemerintah Kota Bogor membutuhkan kinerja terbaik dari para ASN untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Yang kami butuhkan, yang Dedie–Jenal butuhkan adalah kerja-kerja terbaik dari ASN Kota Bogor untuk masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pemahaman ASN terhadap berbagai regulasi yang berkaitan dengan integritas dan pencegahan tindak pidana korupsi.

Ia mengingatkan bahwa banyak kasus korupsi yang terjadi karena lemahnya integritas dan ketidakpatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Karena itu, menurutnya, pembinaan dan penguatan integritas harus terus dilakukan secara berkelanjutan kepada seluruh ASN, termasuk para pimpinan perangkat daerah.

“Kami berharap pemahaman soal integritas ini terus diberikan kepada semua ASN, termasuk kepala perangkat daerah. Karena kami membutuhkan orang-orang yang memiliki integritas dalam mendampingi jalannya pemerintahan,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sebagai narasumber mantan pejabat tinggi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ranu Mihardja.

Dalam pemaparannya, Ranu menjelaskan berbagai bentuk praktik korupsi serta pentingnya membangun budaya integritas di lingkungan birokrasi.

Halaman Selanjutnya
img_title