Perjalanan Panjang Vidi Aldiano Berjuang Melawan Kanker Ginjal

Vidi Aldiano
Sumber :
  • Instagram

Jakarta, VIVA BOGOR – Musisi ternama Vidi Aldiano dikabarkan telah meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kabar duka itu menghebohkan dunia hiburan Tanah Air. 

img_title Anniversary 20 Tahun, Botani Square Bogor Hadirkan Rossa

Kepergian Vidi Aldiano tersebut pertama kali disampaikan oleh perwakilan dari Ikatan Manajer Artis Indonesia (Imarindo) yang mengonfirmasi bahwa penyanyi tersebut telah berpulang pada hari yang sama.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke rahmatullah, sahabat kita tercinta, VIDI ALDIANO pada hari ini Sabtu, 7 Maret 2026," bunyi pesan yang diterima VIVA, Sabtu 7 Maret 2026.

img_title Masinis Tragedi Bintaro 1987 Mbah Slamet Suradio Meninggal Dunia, 39 Tahun Hidup dalam Bayang-Bayang Kecelakaan Bintaro

Wafatnya suami dari Sheila Dara Aisha ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya.

Dikutip dari Viva.co.id kepergian Vidi Aldiano mengingatkan publik pada perjuangan panjangnya melawan kanker ginjal yang telah ia hadapi selama beberapa tahun terakhir. 

img_title Virgoun Bahagia Sambut Anak Keempat, Tetap Manggung hingga Berharap Starla Jenguk Adiknya

Penyanyi yang dikenal melalui lagu hit Nuansa Bening itu sempat secara terbuka menceritakan perjalanan penyakitnya dalam berbagai kesempatan, termasuk saat berbincang di podcast milik Deddy Corbuzier pada Oktober 2023.

Dalam wawancara tersebut, Vidi mengungkap bahwa dirinya didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium 3 pada tahun 2019. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura demi menghentikan perkembangan penyakitnya. 

"Setelah gue operasi ginjal diangkat, terus kan dipatologi. Si kanker gue ini diteliti kan ini kanker apa dan ternyata lumayan ganas tipenya," ujar Vidi Aldiano.

Setelah operasi tersebut, Vidi harus beradaptasi dengan kondisi hidup hanya dengan satu ginjal. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, diketahui bahwa jenis kanker yang diidapnya termasuk agresif sehingga memerlukan pemantauan kesehatan secara berkala. 

Dokter yang menanganinya di Singapura menyarankan agar ia melakukan pemeriksaan rutin setiap enam bulan. Namun situasi pandemi COVID-19 sempat menghambat proses kontrol kesehatan tersebut. Sepanjang 2020, kondisi Vidi masih tergolong stabil tanpa tanda-tanda kekambuhan.

Sayangnya, pada tahun 2021, kabar kurang baik kembali datang ketika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kanker yang sama muncul kembali di area yang sebelumnya pernah terjangkit. "Pada 2021 nih akhirnya waktu gue cek lagi ditemukan ada lagi, di tempat yang sama. Di bantalannya, gue nggak tahu istilah kedokterannya mungkin di tempat ginjal dulu nempel tapi tipe kankernya sama," jelas Vidi.

Halaman Selanjutnya
img_title