Ayatollah Ali Khamenei Wafat, Arus Muda REPDEM Tegaskan Sikap Anti-Nekolim

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Sumber :
  • CNBC

Bogor, VIVABOGOR – Arus Muda Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), sayap kepemudaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, menyampaikan duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

img_title Dewan Desak BBWS Segera Realisasikan Penanganan Longsor Kedung Badak

Pernyataan belasungkawa tersebut disampaikan langsung dengan mendatangi halaman Kedutaan Besar Iran di Jakarta.

Kehadiran perwakilan Arus Muda REPDEM dipimpin Koordinator Romy Jiwaperwira.

img_title Iran dan Selandia Baru Berbagi Poin, Duel Sengit Grup G Piala Dunia 2026 Berakhir 2-2

Dalam keterangannya, Romy menyebut wafatnya Khamenei bukan hanya menjadi kehilangan bagi rakyat Iran, tetapi juga momentum refleksi bagi generasi muda Indonesia dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Menurutnya, nilai-nilai yang tertuang dalam Dasasila Bandung harus kembali diteguhkan, terutama semangat menolak kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk apa pun.

img_title Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026 Selasa 16 Juni 2026: Belgia vs Mesir hingga Iran vs Selandia Baru

Ia menilai setiap bangsa memiliki hak menentukan jalan politiknya tanpa campur tangan kekuatan asing.

“Bagi kami, wafatnya seorang pemimpin bangsa bukan sekadar kehilangan bagi rakyat Iran, tetapi juga pengingat bahwa setiap negara berhak menentukan jalannya sendiri tanpa intervensi kekuatan asing,” ujar Romy.

Ia menambahkan, generasi muda Indonesia memiliki tanggung jawab historis untuk terus menjaga semangat anti-neokolonialisme dan anti-imperialisme.

Arus Muda REPDEM, kata dia, berdiri tegak di atas prinsip kedaulatan dan solidaritas terhadap bangsa-bangsa yang berjuang mempertahankan kemerdekaannya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Nasional Arus Muda REPDEM, Banu Lesmana Bagaskara, mendesak pemerintah Indonesia agar mengambil posisi tegas dalam percaturan global.

Ia meminta Indonesia tidak sekadar hadir dalam forum-forum diplomasi internasional, tetapi berani menyuarakan sikap yang konsisten terhadap perdamaian dunia.

“Kami menolak segala bentuk nekolim dan imperialisme serta berdiri di atas Dasasila Bandung. Indonesia harus kembali menjadi mercusuar moral dunia, bukan sekadar penggembira diplomasi,” kata Banu.

Sebelumnya, Arus Muda REPDEM menyinggung adanya serangan rudal yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah titik strategis di Iran.

Mereka menyebut peristiwa tersebut menjadi bagian dari situasi yang melatarbelakangi wafatnya pemimpin tertinggi negara tersebut.

Bagi Arus Muda REPDEM, momentum duka ini menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan ketidakadilan global adalah tugas lintas generasi.

Mereka menegaskan komitmen untuk terus mengawal nilai kedaulatan bangsa serta memperjuangkan perdamaian dunia sesuai amanat Konferensi Asia Afrika. (=ep)