Respons Kepala BGN Terkait Sorotan Menu Makan Bergizi Gratis Saat Ramadan
- Viva Bogor
Kota Bogor, VIVA Bogor - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi sorotan publik menyusul laporan mengenai kualitas menu selama bulan Ramadan. Merespons protes tersebut, Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan tanggapan langsung dalam konferensi pers di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibuluh 1, Kota Bogor, pada Sabtu (28/2/2026).
Dadan mengakui adanya laporan masif terkait menu MBG. Ia langsung mengambil langkah cepat dengan mengundang seluruh mitra dan SPPG pada Rabu sebelumnya untuk melakukan konsolidasi.
Dalam kesempatan tersebut, Dadan menyoroti penggunaan kemasan yang tidak layak. BGN melarang penggunaan kantong plastik dan mewajibkan SPPG menggunakan kotak (box) yang lebih menarik untuk meningkatkan selera penerima manfaat.
"Karena banyak SPPG hanya menggunakan kantong plastik, dari segi penampilan kurang menarik. Jadi, kami minta agar disusun dalam sebuah kotak yang lebih menarik," ujar Dadan.
Selain itu, setiap menu MBG yang disajikan kini wajib mencantumkan informasi harga dan angka kecukupan gizi untuk menjamin transparansi informasi.
"Mereka (SPPG) juga harus menuliskan harga dan angka kecukupan gizi dari masing-masing menu yang disajikan," tambahnya.
BGN menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan sesuai standar yang telah disusun sebelumnya. Ia mengimbau mitra untuk tidak memaksakan mengirim bahan makanan yang kurang berkualitas.
"Beberapa SPPG kelihatannya memaksakan, tidak mengecek dengan benar, dan tetap mengirimkan ke penerima manfaat," bebernya.
Demi memenuhi standar yang baik, Kepala BGN menegaskan tidak ada toleransi bagi mitra SPPG yang mengirimkan menu MBG berkualitas buruk. BGN mengimbau kepada mitra SPPG untuk segera memperbaiki kualitas menu pasca-maraknya laporan di kalangan masyarakat.
“Kami tidak ragu menegur mitra yang teledor. Standar harus dijaga. Ini menyangkut kualitas gizi anak-anak kita,” tandasnya.
Terkait kualitas beras bahan baku MBG, Dadan menegaskan akan memaksimalkan pemanfaatan bahan baku lokal selama pasokan masih mencukupi. Beras kualitas premium akan digunakan untuk memenuhi kekurangan stok.