ANTAM Angkat Bicara, Korban Insiden di Area Non Operasional Bukan Karyawan

PT.ANTAM Pongkor Angkat Bicara
Sumber :

Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk menegaskan komitmennya untuk mengedepankan aspek kemanusiaan dan keselamatan dalam penanganan insiden kepulan asap di kawasan Tambang Emas Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

img_title Kejaksaan Kembalikan Rp229,4 Miliar Dana Korban KSP Indosurya pada Tahap I

Java Region CSR & ER Sub Division Head PT ANTAM, Agustinus Toko Susetio, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan telah melakukan proses evakuasi secara maksimal meskipun menghadapi tantangan berat di lapangan.

“Tim kami berhasil mengevakuasi tiga korban yang ditemukan meninggal dunia. Seluruh korban merupakan warga, bukan pegawai maupun kontraktor PT ANTAM, dan berada di area non operasional yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan,” ujar Agustinus, Senin, 19 Januari 2026.

img_title Gudang Bekas Pemerahan Susu Sapi di Puncak Terbakar, Satpol PP Bantu Evakuasi Warga

Ia menjelaskan, proses evakuasi berlangsung dengan risiko tinggi karena lokasi korban berada di medan yang sulit dijangkau dan berbahaya.

Dalam beberapa kesempatan, tim evakuasi sempat tertimpa longsoran batu sehingga setiap tahapan evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan petugas.

img_title FPJ dan SMPN 1 Cijeruk Gelar Edukasi Mitigasi Gempa dan Longsor, Siswa Belajar Simulasi Evakuasi

Selain faktor medan, upaya evakuasi juga terkendala keberadaan tembok pengaman yang selama ini dibangun untuk mencegah aktivitas penambangan ilegal. Kondisi tersebut membuat akses menuju lokasi korban menjadi lebih sulit, namun tetap diupayakan secara optimal dengan mengutamakan keselamatan.

“Seluruh korban yang berhasil dievakuasi telah diserahkan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Terkait kemunculan kepulan asap, Agustinus menyampaikan bahwa penyebabnya masih dalam proses investigasi bersama aparat dan otoritas terkait.

Hingga saat ini, kadar gas berbahaya seperti karbon monoksida di beberapa titik masih terdeteksi berada di atas ambang batas, meskipun kondisi asap dilaporkan mulai berangsur berkurang.

“PT ANTAM menunggu hasil penelusuran yang komprehensif agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan bertanggung jawab. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan berkomitmen menjalankan penanganan ini secara profesional, humanis, serta selalu mengedepankan keselamatan,” tegasnya.

PT ANTAM juga menegaskan sikap tegas dalam mengamankan wilayah operasional dari aktivitas penambangan ilegal tanpa izin (PETI) serta akan terus meningkatkan sistem pengamanan di seluruh area tambang.