Akses Pendidikan Diperluas, Pemkot Bogor Resmikan Dua Gedung Sekolah Baru

Pemkot Bogor meresmikan dua SMP Negeri Baru
Sumber :
  • Istimewa

Bogor, VIVA BOGOR -  Pemerintah Kota Bogor meresmikan dua sekolah menengah pertama negeri baru, yaitu SMP Negeri 22 dan SMP Negeri 23. Hal itu guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap keterbatasan daya tampung sekolah negeri bagi lulusan SD.

img_title DDII dan UIKA Bogor Jajaki Beasiswa hingga Kerja Sama Pendidikan di Malaysia

Pernyataan itu dikatakan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat menghadiri tasyakuran peresmian Gedung Baru Sekolah Satu Atap (Satap) SMP Negeri 23 dan SDN 3 Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor, Kamis (11/12/2025). 

Jenal mengatakan, penambahan dua SMP negeri tersebut diharapkan mampu memperluas kapasitas penerimaan peserta didik, terutama bagi warga di wilayah Bogor Utara dan Bogor Timur yang selama ini mengalami keterbatasan akses.

img_title Rektor UIKA Bogor Bertemu Anwar Ibrahim, Bahas Kerja Sama Pendidikan

Ia menyebut sejumlah kelurahan seperti Sindangsari, Sindangrasa, Harjasari, dan Muarasari memiliki jarak cukup jauh ke sekolah negeri terdekat.

“Dengan hadirnya SMPN 22 dan SMPN 23, penerimaan siswa baru bisa lebih merata dan membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk bersekolah di negeri,” kata Jenal.

img_title BINUS University Luncurkan Joint Degree Bersama SCUT China, Mahasiswa Bisa Raih Dua Gelar

Terkait fasilitas, Jenal memastikan Gedung SMPN 23 dan SDN Cimahpar 3 Kota Bogor ini telah dilengkapi sarana representatif. Setiap ruang kelas dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC), dan pengadaan meubeler inti dijadwalkan melalui anggaran 2026.

Ia juga menjelaskan bahwa meski berada satu kawasan dengan SDN 3 Cimahpar, aktivitas kedua sekolah tetap dipisah, termasuk area lapangan dan kegiatan upacara. Namun, keduanya tetap dapat berkolaborasi dalam kegiatan tertentu seperti syukuran bersama.

Selain dua SMP baru, Pemkot Bogor juga menyiapkan dua lahan untuk pendirian SMA Negeri 11 dan 12 di Kayu Manis dan Rancamaya. Pembangunan tersebut menunggu alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

“Peningkatan kualitas pendidikan akan terus kami lakukan. Ini bentuk komitmen kami menggunakan dana publik untuk sebesar-besarnya kepentingan publik,” ujar Jenal.