Firman Soebagyo: Program Makan Bergizi Gratis Bisa Sejahterakan Petani
Jakarta, VIVA Bogor - Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara optimal tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak bangsa, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap keberlanjutan swasembada pangan nasional.
Ia menilai bahwa jika program ini berjalan baik, maka rantai pasok pangan dalam negeri akan bergerak lebih sehat dan stabil. “Itu petani akan menikmati karena beras harusnya dibeli dari petani lokal,” katanya dalam perbincangan di saluran YouTube On Point Media.
Firman juga menekankan bahwa implementasi MBG yang tepat dapat memberikan keuntungan besar bagi petani dan peternak. Menurutnya, permintaan bahan pangan berkualitas untuk program ini akan mendorong peningkatan produksi dan pendapatan para pelaku sektor agrikultur.
Ia menyebut bahwa manfaat ini akan dirasakan langsung jika ekosistem kerja pemerintah berjalan solid dalam memastikan kebutuhan pangan program berasal dari produksi nasional.
Lebih jauh, Firman menyampaikan bahwa keberhasilan program MBG akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi serta produktivitas masyarakat. “Asal dilaksanakan dengan benar sesuai keinginan Presiden,” ujarnya.
Ia menilai program ini memiliki daya ungkit ekonomi yang besar, mulai dari penguatan industri pangan lokal hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Firman juga mengingatkan bahwa prinsip penyediaan pangan bagi masyarakat telah diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan. “Harus diberikan tepat waktu, tepat mutu, dan terjamin masalah protein dan mutu gizi. Ini dijamin dalam UU No. 18 Tahun 2012,” ujarnya. Ia menekankan bahwa program MBG selaras dengan mandat undang-undang tersebut dan layak didukung penuh.
Firman menilai manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima manfaat langsung, tetapi juga oleh para petani sebagai motor ekonomi bangsa.
“Dampaknya kepada petani kalau dilaksanakan. Namun kementerian dan lembaga perlu berkolaborasi dengan baik agar mendorong program,” katanya.*