Heboh Gumpalan Hitam Mirip Awan Terbang di Langit dan Jatuh ke Bumi

Gumpalan Hitam Mirip Awan
Sumber :

Subang, VIVA Bogor - Sebuah peristiwa langka dan unik terjadi di wilayah Kabupaten Subang Jawa Barat. Peristiwa tersebut adalah mengenai kemunculan gumpalan berwarna hitam yang tampak melayang di langit dan jatuh di area pertanian warga di daerah Subang.

img_title BMKG Puncak Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Bogor, Waspada Hujan Lebat dan Longsor

Beberapa warga sempat mengabadikan kejadian itu melalui rekaman video. Tampak beberapa gumpalan hitam tersebut terbang melayang di langit dan ada yang jatuh.

"Sepertinya awan ini mah, warnanya hitam. Berbentuk busa dan berbau. Awas beracun, gak tahu apa ini?," ungkap seorang warga dalam rekaman video yang viral di platform media sosial percakapan warga.

img_title Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Kondisi Kualitas Udara

Rekaman video viral ini langsung mendapat tanggapan pihak BMKG. Dalam keterangan nya, Kepala Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu menjelaskan berdasar hasil kajian awal dari aspek meteorologi (data), hal itu bukan berasal dari kejadian alam.

"Fenomena tersebut tidak termasuk dalam kejadian alam yang disebabkan oleh proses cuaca, awan, maupun aktivitas atmosfer lainnya," ungkap Teguh Rahayu dalam rilis resmi, Rabu 29 Oktober 2025.

img_title Rentetan Gempa Guncang Bogor dan Sukabumi, 34 Bangunan Rusak Ringan, BMKG Minta Warga Tenang

Secara ilmiah, lanjut Ayu sapaan akrabnya, awan terbentuk dari proses kondensasi uap air di atmosfer dengan pola, ketinggian, dan karakteristik tertentu yang dapat dilakukan identifikasi oleh citra satelit dan radar cuaca yang dimiliki pihak BMKG.

Ayu mengungkapkan, kondisi cuaca di wilayah Subang pada tanggal 27 Oktober 2025 secara umum pada pagi berawan dan pada sore hari terpantau ada awan hujan di sebagian wilayah Subang bagian selatan.

"Lalu pada 28 Oktober 2025, cuaca Subang secara umum berawan tebal hingga hujan ringan sejak pagi hari hingga sore hari," ujar Ayu.

Londisi angin pada tanggal 27 Oktober 2025 berdasarkan alat pengamatan terdekat (AWS Sukamandi) angin bertiup dominan dari timur - selatan dengan kecepatan maksimum 26.1 kilometer per-jam.

'Sementara itu pada 28 Oktober 2025, angin di wilayah Subang didominasi arah timur hingga selatan dengan kec maksimum 13,3 kilometer per-jam," imbuhnya.

Menurut BMKG, fenomena yang tampak berupa gumpalan hitam itu lebih mungkin berasal dari aktivitas di permukaan bumi, misalnya dari proses industri, reaksi kimia limbah, atau aktivitas manusia lainnya yang menyebabkan terbentuknya busa atau material ringan yang terangkat oleh angin.

Halaman Selanjutnya
img_title