Harga DOC dan Pakan Naik, Peternak Unggas Rakyat Terjepit
- Viva Bogor
Bogor –Pelaku usaha unggas rakyat di sejumlah daerah menghadapi tekanan berat akibat kenaikan harga bibit ayam ( DOC /Day Old Chick) danpakan yang tidak seimbang dengan harga jual ayam hidup (live bird). Kondisi ini membuat peternak mandiri berada pada posisi rentan karena margin usaha semakin menipis.
Di tingkat peternak Jawa Tengah , harga DOC kini mencapai Rp8.500- Rp9.000 per ekor. Sementara harga pakan ayam tercatat menembus Rp8.500 per kilogram, setelah mengalami kenaikan berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir.
Namun, harga jual ayam hidup justru belum naik. Berdasarkan pantauan komunitas Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO), harga ayam hidup di Jawa Tengah berada di kisaran Rp20.500-Rp21.000 per kilogram, di Jawa Barat Rp21.000-Rp21.500, dan di Banten sekitar Rp21.500 per kilogram.
Padahal, Harga Pokok Produksi (HPP) peternak saat ini telah mencapai sekitar Rp21.000 per kilogram, yang berarti sebagian besar peternak berada pada posisi tanpa keuntungan, bahkan sebagian mengalami kerugian.
Dari Jawa Tengah, peternak rakyat bernama Beri menyebutkan bahwa menyiarkan harga DOC membuat pengisian kandang menjadi tidak berkelanjutan.
“Sekarang DOC sulit didapat dan harganya tinggi, sedangkan harga ayam hidup tidak ikut naik. Kami harus menahan diri untuk tidak menambah populasi dulu,” ujarnya, dalam keterangan tertulis pada Rabu (22/10/2025).
Sementara itu di Banten, peternak Asep Saepudin menilai beban biaya produksi terus meningkat.
“Harga pakan dan DOC terus naik, tapi harga jual di kandang malah stagnan. Kami berharap ada kebijakan yang bisa menstabilkan harga,” katanya.
Di Jawa Barat, peternak Heri menambahkan bahwa diperlukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi DOC dan bahan baku pakan agar tidak terjadi pergerakan mendadak di tingkat peternak kecil.
Sekretaris Komunitas Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO), Kusnan, mengatakan bahwa pemerintah perlu memastikan stabilitas harga di seluruh rantai pasok industri unggas.
“Langkah pengendalian harga DOC dan pakan sangat penting agar peternak rakyat tetap bisa bertahan. Kami juga mendorong adanya sistem kemitraan yang lebih adil dan transparan,” ujarnya.