BINUS Business School Hadirkan Magister Project Management, Siapkan Talenta Pemimpin Proyek Masa Depan

BINUS Business School menghadirkan MM Transformative Project Management untuk menyiapkan talenta project management
Sumber :
  • Dok: Sheila N.

Jakarta, VIVA Bogor – Kebutuhan tenaga profesional yang mampu mengelola proyek semakin meningkat seiring kompleksitas pekerjaan di berbagai sektor industri. Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University melalui BINUS Business School (BBS) menghadirkan program Master of Management (MM) in Transformative Project Management (TPM).

img_title BINUS Online Jadi Studi Kasus dalam Buku Kotler Essentials, Ungkap Strategi Sukses Brand Indonesia

Program magister ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta pola pikir strategis dalam mengelola proyek di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat.

Program tersebut diperkenalkan melalui Sharing Session & Panel Discussion bertajuk “The Transformative Role of Project Management”. Forum ini mempertemukan akademisi, organisasi profesi, dan pelaku industri untuk membahas perkembangan kebutuhan kompetensi project management di Indonesia.

img_title Viral Tantangan Baca Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sounds Project, Zenal Minta Ada Evaluasi

Diskusi tersebut melibatkan sejumlah organisasi profesi, di antaranya Project Management Institute (PMI) Indonesia yang diwakili Presiden PMI Indonesia Achmad Fuad Bay, Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI) melalui Ketua Umum Khrisna Suryanto Pribadi, PRINCE2 Indonesia yang diwakili Presiden PRINCE2 Indonesia Adi Prasetyo, serta PMO Indonesia melalui Chairman PMO Indonesia Sachlani.

Dari sektor industri, hadir pula Weni Maulina selaku Director of Construction PT MRT Jakarta (Perseroda).

img_title Rayakan 45 Tahun, Dewan Guru Besar BINUS University Dorong Gagasan AI for Life untuk Masa Depan Indonesia

Dekan BINUS Business School Master Program, Dr. Asnan Furinto, mengatakan pengembangan MM Transformative Project Management dilatarbelakangi kebutuhan untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan tuntutan industri.

Menurutnya, masih banyak profesional yang memiliki kemampuan teknis dalam menangani proyek, tetapi belum memiliki kombinasi pendidikan manajemen tingkat magister dan sertifikasi profesi yang diakui secara internasional.

“Selama ini, banyak talenta di lapangan yang piawai secara teknis, tetapi belum banyak yang memiliki fondasi akademik setara S-2 sekaligus sertifikasi profesi berskala internasional. Kami ingin mengisi celah ini,” ujar Asnan.

Kebutuhan tenaga project management tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi tantangan global. Berdasarkan proyeksi PMI, dunia diperkirakan membutuhkan sekitar 65 juta pemimpin proyek baru hingga 2035. Sementara pertumbuhan tenaga kerja di bidang tersebut diperkirakan hanya sekitar 2,5 juta orang per tahun.

Kesenjangan itu berpotensi menimbulkan dampak ekonomi besar. PMI memperkirakan kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap potensi kerugian ekonomi global hingga sekitar US$345,5 miliar.

Halaman Selanjutnya
img_title