DT Peduli Siapkan Roadmap 20 Tahun untuk Palestina, Dari Tahfiz Al-Qur'an hingga Dapur Indonesia di Gaza
- Dok: VIVA
Jakarta, VIVA Bogor – Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli) menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat Palestina melalui berbagai program kemanusiaan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan darurat, tetapi juga pemberdayaan jangka panjang.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, dalam acara Public Expose DT Peduli pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Dalam kesempatan itu, Jajang menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang selama ini terus memberikan kepercayaan kepada DT Peduli untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan, baik bagi masyarakat di Indonesia maupun di berbagai negara, khususnya Palestina.
"Alhamdulillah kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menitipkan amanah donasi melalui DT Peduli. Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk menyalurkannya kepada yang berhak," ujar Jajang.
Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025 DT Peduli menerima amanah donasi sebesar Rp179 miliar. Sementara dana yang berhasil disalurkan mencapai Rp181 miliar, karena turut memanfaatkan saldo program kemanusiaan dari tahun sebelumnya.
Khusus untuk Palestina, sejak konflik yang kembali memanas pada 7 Oktober 2023 hingga saat ini, masyarakat Indonesia telah menitipkan donasi melalui DT Peduli sebesar Rp118 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp117 miliar telah disalurkan untuk berbagai program kemanusiaan.
Sisa dana yang belum disalurkan telah direncanakan untuk mendukung sejumlah program lanjutan, di antaranya pembangunan dan pengembangan Masjid DT Gaza, pabrik air bersih, klinik kesehatan di Yordania, sekolah di Suriah, serta program kemanusiaan di Mesir dan Lebanon.
"Semoga setiap rupiah yang dititipkan masyarakat menjadi amal saleh dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Insyaallah DT Peduli akan terus berkomitmen membersamai perjuangan kemanusiaan ini," katanya.
Tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, DT Peduli juga telah menyusun roadmap selama 20 tahun ke depan untuk mendukung masa depan Palestina.
Menurut Jajang, visi tersebut disiapkan dengan harapan masyarakat Palestina kelak dapat hidup dalam kondisi yang damai dan mampu memakmurkan Masjidil Aqsa.
Salah satu program jangka panjang yang menjadi prioritas adalah pengembangan pendidikan melalui Tahfiz Al-Qur'an. Saat ini, program tersebut telah berjalan di Gaza dengan melibatkan sekitar 200 anak yatim.