SMN Intip Rahasia Batik Asli di Rumah Batik Komar, Ternyata Nggak Semua Kain Bermotif Itu Batik

Pendiri Rumah Batik Komar, Dr. H. Komarudin Kudiya.
Sumber :
  • SMN

Bandung - Liburan sambil belajar budaya? Itulah pengalaman yang dirasakan Sindikasi Media Network (SMN) saat mengunjungi Rumah Batik Komar di kawasan Cigadung, Bandung. Kegiatan ini menjadi bagian dari eksplorasi destinasi budaya sekaligus upaya mengenalkan lebih dekat industri batik kepada masyarakat.

Sesampainya di lokasi, rombongan disambut langsung oleh pendiri Rumah Batik Komar, Dr. H. Komarudin Kudiya. Dalam sesi workshop, peserta diajak memahami perjalanan batik Indonesia, mulai dari sejarah, filosofi, hingga tantangan yang dihadapi industri batik di era modern.

Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah penjelasan mengenai perbedaan batik asli dengan kain bermotif batik hasil printing. Komarudin menjelaskan bahwa batik autentik lahir melalui proses membatik menggunakan malam panas, sehingga memiliki nilai seni dan budaya yang tidak dimiliki kain cetak biasa.

Tak hanya mendengarkan teori, peserta SMN juga diajak berkeliling melihat proses produksi batik tulis dan batik cap secara langsung. Mereka menyaksikan bagaimana setiap motif dikerjakan dengan penuh ketelitian oleh para perajin.

Rombongan juga diperlihatkan berbagai inovasi yang dikembangkan Rumah Batik Komar, termasuk Batik Pendulum, teknologi yang menghasilkan motif unik melalui ayunan malam panas. Selain itu, peserta melihat koleksi ribuan desain batik, canting cap tembaga, hingga berbagai alat pendukung yang telah dipatenkan.

Kunjungan ini menjadi pengalaman baru bagi peserta karena tidak hanya mengenal proses membatik dari dekat, tetapi juga memahami pentingnya menjaga warisan budaya melalui inovasi dan edukasi.
Bagi SMN, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan konten yang mengangkat budaya Indonesia dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami masyarakat. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang mengenal batik bukan sekadar sebagai fashion item, tetapi juga sebagai identitas budaya yang patut dijaga.

Lewat kunjungan ini, SMN ingin menunjukkan bahwa wisata budaya bisa dikemas dengan cara yang seru, interaktif, dan relevan dengan gaya hidup masa kini. Jadi, kalau lagi main ke Bandung, jangan cuma cari tempat nongkrong sempatkan juga mampir ke Rumah Batik Komar untuk merasakan pengalaman yang beda.

img_title SMN dan de Braga by ARTOTEL Eksplor Museum KAA, Kenalkan Serunya Wisata Heritage di Jantung Bandung