Belum Lulus S1, Mahasiswa IPB Asal Bogor Sudah Tempuh Jalur Fast-Track ke S2
- Dok: Hayisra
Kota Bogor, VIVA Bogor – Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, organisasi, dan kompetisi, Muh. Syabril Diandra justru mampu membuktikan bahwa konsistensi dapat membuka banyak peluang. Mahasiswa Program Studi Aktuaria IPB University asal Bogor ini berhasil membangun rekam jejak akademik dan kepemimpinan yang mengantarkannya menempuh jalur percepatan studi atau fast-track dari jenjang sarjana (S1) ke magister (S2).
Pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa prestasi tidak diraih secara instan. Sejak duduk di bangku sekolah menengah, Syabril telah aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik hingga berhasil mengoleksi puluhan penghargaan tingkat nasional maupun internasional.
Saat menempuh pendidikan di MAN 3 Sleman, ia berhasil meraih berbagai prestasi, di antaranya International Gold Medal AISEEF 2023 dan International Bronze Medal IYSA 2021.
Setelah lulus sekolah, Syabril sebenarnya sempat diterima di Chen Shiu University, Taiwan. Namun, ia memilih melanjutkan pendidikan di IPB University sebagai tempat untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus kepemimpinannya.
Keputusan tersebut menjadi awal perjalanan baru yang membawanya aktif dalam berbagai kegiatan riset, organisasi, dan kompetisi.
Salah satu pencapaian penting yang berhasil diraihnya selama menjadi mahasiswa IPB adalah lolos sebagai finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37 melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) bersama timnya.
Selain aktif di bidang akademik, Syabril juga terlibat dalam berbagai organisasi kemahasiswaan.
Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Menteri Koordinator Sosial Politik BEM KM IPB, Presiden Dewan Energi Mahasiswa, hingga mendirikan komunitas literasi Pena Rangres Indonesia.
Bagi Syabril, organisasi bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan ruang belajar untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, serta membangun jejaring yang dapat melengkapi ilmu yang diperoleh di ruang kuliah.
"Kuliah tetap menjadi prioritas utama. Organisasi menjadi tempat belajar kepemimpinan, sedangkan kompetisi menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan akademik. Menurut saya, produktif bukan berarti sibuk setiap saat, tetapi mampu mengelola energi dengan baik," ujarnya.
Komitmen untuk terus berkembang kini mengantarkannya melangkah lebih jauh dalam mempersiapkan pendidikan pascasarjana.
Saat ini, Syabril tengah membangun academic fast-track pathway melalui berbagai program akademik internasional sebagai bagian dari persiapan studi lanjut.