Jangan Abaikan Cuaca Panas, Dinkes Kota Bogor Wanti-Wanti Heat Stroke
- Istimewa
Bogor, VIVABOGOR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heat stroke di tengah cuaca panas yang terjadi belakangan ini.
Selain itu, meningkatnya debu akibat aktivitas proyek pembangunan juga dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, mengatakan masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami dehidrasi maupun heat stroke saat beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Dinkes Kota Bogor, Erna Nuraena
- Istimewa
Ia mengimbau warga memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan mengonsumsi sedikitnya delapan gelas air putih setiap hari.
Selain itu, masyarakat juga diminta menggunakan masker ketika mengalami batuk atau flu agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
Menurut Erna, cuaca panas ekstrem yang disertai meningkatnya paparan debu akibat aktivitas pembangunan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Di sisi lain, Dinkes Kota Bogor terus mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit.
Hingga awal Juli 2026, capaian program CKG di Kota Bogor telah mencapai 39 persen dari target 46 persen pada tahun ini.
Berdasarkan hasil skrining kesehatan, penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan di Kota Bogor adalah hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Sekitar 90 persen kasus tersebut dipengaruhi pola hidup yang kurang sehat, seperti minim aktivitas fisik, rendah konsumsi buah dan sayur, serta kebiasaan merokok.
“Layanan 24 jam ini bertujuan mengurangi kasus false emergency di rumah sakit dan mendekatkan akses layanan. Jika warga punya masalah kesehatan di luar jam operasional, silakan ke Puskesmas 24 jam terdekat. Ada dokter jaga yang memeriksa awal, sehingga warga tidak perlu khawatir tertolak di rumah sakit atau menanggung biaya mandiri akibat false emergency,” pungkas Erna.