ARFA Barista Competition Vol 2 Cetak Talenta Baru, Juri Nilai Barista Bogor Siap Bersaing Nasional
- Dok: Ernis
Kabupaten Bogor, VIVA Bogor – ARFA Barista Competition Vol 2 menjadi lebih dari sekadar ajang adu kemampuan menyeduh kopi. Kompetisi yang digelar di Tanras Coffee & Kitchen, Sukaraja, Kabupaten Bogor, pada 2–3 Juni 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 itu juga menjadi ruang lahirnya talenta-talenta baru yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di industri kopi nasional.
Pada kategori V60 Manual Brew, Mikael asal Bekasi berhasil meraih juara pertama setelah melewati persaingan ketat dengan peserta dari berbagai daerah. Barista yang telah menekuni profesi tersebut selama tiga tahun mengaku sempat menghadapi tantangan berat di tengah kompetisi karena kualitas para peserta yang sangat baik.
"Senang sekali. Tadi di pertengahan kompetisi sempat terasa sulit karena lawan-lawannya juga bagus-bagus. Saya puas dengan hasil ini," ujar Mikael.
Ia berharap kegiatan serupa terus diselenggarakan karena mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan industri kopi Indonesia dari hulu hingga hilir.
"Semoga industri kopi terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih baik bagi semua pelaku di bidang ini. Selain itu, masyarakat juga semakin memahami dan peduli terhadap dunia kopi," katanya.
Ajang ini juga menjadi pengalaman berharga bagi peserta pemula. Salah satunya Salbi, peserta asal kawasan Puncak yang mengaku baru pertama kali mengikuti kompetisi barista setelah mengetahui informasi kegiatan melalui media sosial.
"Keren sih. Banyak ilmu yang saya dapat. Mudah-mudahan nanti bisa ikut lagi," ujarnya.
Aryo Agung Wicaksono, salah satu juri kompetisi V60 Manual Brew ARFA Barista Competition Vol 2 di Bogor.
- Dok: Ernis
Salah satu dewan juri, Aryo Agung Wicaksono, menilai kualitas peserta tahun ini cukup menjanjikan. Menurutnya, para finalis menunjukkan kemampuan yang tidak kalah dengan peserta dari berbagai daerah lainnya.
"Pesertanya beragam dan menarik. Yang masuk final ini benar-benar yang terbaik. Kalau berani mencoba, mereka sangat mungkin bersaing di level nasional," katanya.
Bona Ahadian, salah satu juri kompetisi V60 Manual Brew ARFA Barista Competition Vol 2 di Bogor.
- Dok: Ernis
Pandangan serupa disampaikan juri lainnya, Bona Ahadian, praktisi kopi yang juga mengelola kebun kopi di Tenjolaya, Sukabumi. Ia melihat perkembangan dunia barista semakin menggembirakan, termasuk meningkatnya partisipasi perempuan dalam kompetisi kopi.
"Kalau saya bilang semua peserta bagus. Tidak ada yang jelek. Kami sebagai juri hanya mencari yang terbaik dari yang terbaik," ujarnya.