Anjuran Ahli Gizi Soal Mie Diet

Ilustrasi mie diet./freepik
Sumber :
  • Freepik

JAKARTA, VIVABOGOR –  Kandungan natrium pada produk mi diet ada perbedaan. Tetap, untuk jenis mi yang dipanggang tidak signifikan berbeda.

img_title Penjelasan Penting Ahli Jantung Soal Natrium

Bahkan ada yang lebih tinggi tergantung varian rasanya. Bisa di atas 1.500 milligram tergantung dari varian rasa.

Dianjurkan tetap tidak konsumsi mi dengan klaim sehat sebagai menu harian. Tetap perhatikan frekuensi dan batasan atau aturan konsumsinya.

img_title Tanpa Alwi dan Ubed, Jojo Runner-up Hylo Open 2026 Usai Dikalahkan Lakshya Sen

Jangan tambahkan mi instan dalam daftar belanja bulanan. Tujuannya tidak tergoda makan mi instan dalam keseharian.

Jadikan memakan mi instan sebagai makanan rekreasi. Pun berlaku pada mi instan dengan klaim lebih sehat yang dituliskan mi di panggang dan NonMSG.

img_title Waspada Banjir dan Longsor, Ini 8 Langkah Siaga Hadapi Musim Hujan

Klaim itu harus dicek lagi dengan melihat label informasi nilai gizi, energi, lemak dan natrium atau sodiumnya. “Jika kita bandingkan dalam satu sajian energinya memang dapat berbeda 50 persennya dikarenakan teknik pemanggangan minya sehingga kandungan lemaknya pun signifikan lebih sedikit turun 40 persen,” kata ahli gizi dan anggota Asosiasi Dietisien Indonesia (AsDI), Diah Maunah.

Mengonsumsi mi instan kuah bisa jadi lebih sehat dan masih bisa ditoleransi dengan memodifikasi bumbu memakai bumbu dapur dan penambahan lauk protein serta sayuran.

“Modifikasi penggunaan bumbu untuk menurunkan kandungan natrium, dengan cara penggunaan bumbu dapur untuk mengurangi penggunaan bumbu bubuk mi instan,” kata Diah.

Lanjut Diah, dalam memasak mi instan kuah bisa dilakukan modifikasi dengan mengurangi penggunaan bumbu bubuk dan lakukan modifikasi. Seperti jika memasak untuk satu keluarga yang terdiri atas lima orang, maka penggunaan bumbu bubuk hanya tiga bungkus ditambahkan bumbu dapur, seperti tumisan bawang merah, bawang putih, kemiri, cabai segar.

Penambahan lauk saat konsumsi mi instan bisa berupa lauk hewani seperti telur, ayam suir, atau ikan untuk menambahkan protein.

Sayuran sebagai sumber kalium juga bisa ditambahkan guna lengkapi kebutuhan serat dan menyeimbangkan kandungan natrium, seperti sawi hijau/putih, ketimun, kangkung, dan tomat.

Diah mengatakan, hindari penambahan saos dan kecap berlebihan. Sebab akan menambah kandungan natrium, hindari penambahan pelengkap yang tinggi natrium seperti pilus, atau keripik asin dan tidak menghabiskan kuah mi, sehingga natriumnya dapat dikontrol.

Halaman Selanjutnya
img_title