GERD dan Kematian Mendadak

Ilustrasi GRRD./freepik
Sumber :
  • Freepik

JAKARTA,  VIVABOGOR – Walau GERD bisa picu beberapa penyakit, GERD bukan penyebab utama kematian langsung atau kematian mendadak. Sementara, pengelolaan stres yang kurang baik jadi salah satu risiko dimana bisa memperparah GERD. Akhirnya, bisa sebabkan stres berlebihan dan bisa picu jantung berdebar.

img_title Sederet Langkah Hindari Maag dan Vertigo Saat Bulan Ramadhan

GERD pun bisa debabkan komplikasi serius, seperti peradangan kerongkongan hingga kanker esofagus, dan pneumonia aspirasi saat asam lambung masuk ke paru-paru.

GERD yang tidak terkontrol bisa sebabkan berbagai komplikasi gangguan kesehatan lainnya, seperti batuk-batuk atau timbul rasa pusing.

img_title Bankeu Pemkab Bogor Buka Akses Ekonomi Baru di Desa Purwasari, Pertanian hingga Perikanan Bergeliat

“GERD bisa menimbulkan rasa sakit atau panas di dada, dapat menimbulkan peradangan saluran cerna atas, dapat menyebabkan sulit menelan karena seperti ada gumpalan di tenggorokan, dapat memicu asma atau batuk-batuk lama, dapat timbul rasa pusing,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Rino Alvani Gani.

Lakukan healthy lifestyle atau membiasakan gaya hidup sehat pada anak muda bisa mengurangi keparahan Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD.

img_title Polsek Parung Bagikan 80 Masker Gratis, Imbau Warga Waspadai Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

“Cara menguranginya adalah healthy-life style, tidak merokok, berolahraga, makan teratur, tidak gemuk, kelola stress dengan baik,” kata Prof. Rino.

Pahami bahwa GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah gangguan pencernaan kronis saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus) secara berulang.

Kebanyakan anak muda saat ini, ujarnya, tidak menerapkan pola gaya hidup sehat. Jadi, timbul berbagai penyakit di usia muda, salah satunya gangguan pencernaan GERD.

Ia mengatakan anak muda saat ini banyak yang gemuk karena tidak berolahraga, menjadi perokok aktif, tidak makan dengan teratur atau mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Padahal dengan gaya hidup sehat, risiko keparahan GERD bisa dikurangi dan tidak menyebabkan peradangan di saluran cerna atas yang dapat merusak kerongkongan atau dapat memicu rasa sakit di dada.

Sumber: Antara