Hal Penting Soal Sel Telur dan Sel Sperma
- Ilustrasi/Pexels
Ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran, protein, dan lemak sehat secara teratur yang dapat membantu mengurangi angka kesuburan sebesar 10–15 persen.
Lebih lanjut Snehal mengatakan stres dapat memengaruhi turunnya hormon reproduksi. Wanita dengan tingkat stres tinggi memiliki risiko dua kali lipat mengalami menstruasi tidak teratur.
Pada pria, stres kronis dapat mengurangi testosteron dan menyebabkan penurunan jumlah sperma sebesar 20–30 persen Selain itu pentingnya bergerak karena duduk terlalu lama dapat berdampak negatif pada organ reproduksi dan mengurangi peluang keberhasilan dalam hal kesuburan.
"Penurunan aliran darah ke organ reproduksi menyebabkan penambahan berat badan di sekitar area perut. Snehal menjelaskan bahwa menjaga gaya hidup aktif adalah hal yang baik. Baik pria maupun wanita mendapat manfaat dari aktivitas sedang (150 menit/minggu) seperti jalan cepat, bersepeda, atau yoga," sarannya.
Ia juga mencatat duduk lebih dari 5 jam/hari dikaitkan dengan penurunan motilitas sperma. Kebiasaan buruk lainnya yang bisa menurunkan kesuburan adalah alkohol, tembakau dan kafein.
Menurut dokter, alkohol memengaruhi hati, dan hati memiliki pengaruh signifikan terhadap pengaturan hormon. Konsumsi alkohol berlebihan mengurangi kesuburan hingga 18 persen.
Sumber: Antara