Gerbang Cendekia Kids Center bersama Grit Prospera Siap Hadirkan Fasilitas Pendidikan Anak di Setiap Cluster Perumahan

Sejumlah peserta didik di GC Kids Center, Kota Bogor berswafoto bersama para Tutor
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Bogor – PT Grit Prospera Nusantara (Grit Prospera) membuka program kerjasama jangka panjang bagi pengembang perumahan di Pulau Jawa mulai Oktober 2026 dengan menghadirkan Gerbang Cendekia (GC) Kids Center sebagai bagian dari Fasilitas Sosial (Fasos) pendidikan anak di cluster hunian mereka, dengan target hingga 50 titik sampai dengan akhir tahun 2027. 

img_title PSU di 15 Site Plan Sentul City Diserahkan ke Pemkab Bogor, Rudy Apresiasi Jajaran Sentul City

Program ini digulirkan setelah dua lokasi perdana GC Kids Center di Kota Bogor menunjukkan validasi pasar yang terukur sejak beroperasi mulai Mei tahun ini.

Kesenjangan Akses Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia.

img_title Mulai Besok, TK-SMP di Kota Bogor Terapkan PJJ

Kewajiban penyediaan fasilitas sosial di kawasan perumahan sejatinya bukan hal baru. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman mewajibkan setiap pengembang mengalokasikan lahan untuk Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) yang berfungsi mendukung penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya dan ekonomi dan kelengkapan untuk pelayanan lingkungan. Khusus terhadap pengembangan kehidupan maka sarana pendidikan sangat penting untuk menunjang PSU khsusunya menunjang Sarana dan Utilitas pada Kawasan permukiman.

Namun sejumlah kajian akademik atas implementasi di lapangan menemukan bahwa sarana pendidikan justru termasuk salah satu jenis fasos yang paling sering tidak terealisasi di kawasan perumahan, kalah prioritas dibandingkan fasum seperti jalan dan drainase. 

img_title Musrenbangdes Tanjungsari Susun RKP 2027, Pembangunan Diminta Tak Hanya Kejar Infrastruktur

“Kondisi ini berimpit dengan capaian partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD) secara nasional yang masih memiliki ruang tumbuh besar: Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD nasional tercatat sebesar 36,36% berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik, yang berarti sebagian besar anak usia dini di Indonesia belum mengakses layanan pendidikan secara formal maupun non-formal,” kata Principal PT Grit Prospera Nusantara, Achmad Syaiful Syaelendra kepada Viva Bogor pada Senin, 10 Agustus 2026.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mempercepat perbaikan angka ini. Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 5–6 tahun di 146 kabupaten/kota yang menjadi target intervensi tercatat naik dari 74,15% pada 2024 menjadi 88,38% pada 2025, namun percepatan ini masih terpusat di wilayah-wilayah tertentu, sementara pertumbuhan kawasan hunian baru di berbagai kota justru terus berlangsung tanpa jaminan tersedianya fasilitas pendidikan anak usia dini yang memadai di dalamnya.

Halaman Selanjutnya
img_title