Handphone VS Quality Time

Dr. Eusoff Yendo Afgani, M.Sc.
Sumber :
  • Istimewa

Kedua, buat batasan waktu penggunaan (screen time). Gunakan HP seperlunya, bukan sepanjang waktu. Mendisiplinkan diri sendiri adalah bagian dari jihad melawan hawa nafsu dan belajar mengendalikan ego.

Ketiga, prioritaskan interaksi nyata dan verbal dibandingkan virtual. Jika ada keluarga di depan mata, dahulukan mereka daripada notifikasi yang belum tentu penting.

Keempat, isi penggunaan HP dengan hal bermanfaat: mendengar kajian, membaca Al-Qur’an digital, atau menyebarkan kebaikan. Dengan demikian, HP menjadi alat ibadah, bukan sekadar hiburan.

Kelima, jangan membawa HP ke masjid. Perlu berani untuk tidak membawa HP ke masjid dan informasikan juga kepada anggota keluarga. Tinggalkan di rumah atau di mobil. Jadikan waktu ini sebagai momen indah bersama Allah melalui tafakur, zikir, dan menghisab diri. Jangan diganggu oleh rasa ingin tahu (curiosity) untuk melihat pesan masuk sehingga lupa berzikir dan salat sunah ba’diyah.

Keenam, jadwalkan quality time rutin, seperti makan bersama, olahraga keluarga, atau majelis ilmu kecil di rumah (taklim rumah). Momen ini akan memperkuat ikatan emosional dan spiritual anggota keluarga.

Ketujuh, menjadi teladan. Orang tua harus mampu menunjukkan penggunaan HP yang sehat agar anak-anak meniru kebiasaan yang baik. Karena orang tua adalah guru terdekat dalam kehidupan anak-anak. Jika ingin anak-anak menjadi saleh, maka orang tua harus lebih dahulu menjadi saleh.

Mari kita renungkan, kelak yang akan kita kenang bukanlah berapa lama kita menatap layar, tetapi seberapa dalam hubungan yang kita bangun dengan orang-orang tercinta. Kita perlu berani mematikan (turn off) HP sejenak, menghadirkan hati untuk keluarga, dan menjadikan teknologi sebagai sarana menuju keberkahan, bukan penghalang (obstacle) kebahagiaan.

Steve Jobs, mantan CEO Apple Inc., sebelum meninggal pernah menyimpulkan bahwa kekayaan bukanlah pada nilai nominal, tetapi pada waktu bersama orang terdekat dan tercinta (quality time).

Wallahu a’lam.